KEDIRI , jurnalmataraman.com– Hampir satu tahun beroperasi sejak dibuka pada Juni 2025 lalu, kawasan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, mulai menunjukkan tren positif. Meski aktivitas ekonomi perlahan menggeliat, tingkat kunjungan pembeli dinilai masih fluktuatif dan membutuhkan dorongan lanjutan dari pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan, puluhan lapak yang disediakan di sentra tersebut kini telah terisi oleh pedagang. Aktivitas jual beli memang tampak hidup, namun keramaian pengunjung biasanya hanya terpusat saat akhir pekan tiba.
Salah seorang pedagang ikan hias, Riyus Fabrianto, mengakui adanya perkembangan yang cukup baik jika dibandingkan dengan masa-masa awal pembukaan kawasan ini. Riyus, yang menjajakan ragam ikan hias mulai dari koi, koki, hingga glowfish dengan harga terjangkau, menyebut penjualan sudah mulai berjalan stabil. “Perkembangannya lumayan bagus. Minat pembeli paling tinggi memang terjadi pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Sementara untuk hari-hari biasa, jumlah pengunjung masih cenderung fluktuatif,” ungkap Riyus.
Meski trennya positif, para pedagang tetap menaruh harapan besar agar sentra PKL SLG bisa berkembang lebih optimal. Harapan tersebut rupanya juga sejalan dengan pandangan para pengunjung.
Wahyu, salah seorang pembeli asal Kecamatan Ngasem, menilai kawasan sentra PKL SLG sebenarnya memiliki potensi besar. Tidak hanya sekadar tempat berbelanja, kawasan ini bisa menjadi pusat perputaran ekonomi kerakyatan sekaligus jujugan wisata keluarga yang terintegrasi dengan monumen SLG. “Potensinya sangat besar. Menurut saya, jika penataan kawasan ini bisa dibuat lebih rapi dan fasilitas umumnya terus ditingkatkan, pasti daya tarik pengunjung untuk datang akan semakin besar,” kata Wahyu.
Merespons kondisi tersebut, jajaran pemerintah daerah hingga saat ini terus berupaya melakukan optimalisasi. Langkah-langkah penataan kawasan sentra PKL terus dimatangkan, diiringi dengan gencarnya promosi agar sentra PKL SLG benar-benar menjadi jujuhan utama masyarakat Kediri maupun wisatawan dari luar daerah.
Editor : Trias/Dundi



