Kediri, jurnalmatraman.com – Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru daerah memadati kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, untuk menghadiri peringatan Haul ke-34 KH Hamim Tohari Djazuli atau yang lebih akrab disapa Gus Miek.
Acara yang digelar dengan penuh kekhusyukan ini diselenggarakan oleh Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin, atau yang secara luas dikenal oleh masyarakat sebagai jemaah Moloekatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari membeludaknya jemaah yang tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga berdatangan dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat.
Gus Miek merupakan tokoh ulama kharismatik kelahiran 17 Agustus 1940. Beliau adalah putra dari pasangan KH Ahmad Djazuli Usman dan Nyai Rodliyah, tokoh sentral sekaligus pengasuh Ponpes Al Falah Ploso. Semasa hidupnya, Gus Miek menorehkan sejarah besar sebagai pendiri amalan zikir jemaah Mujahadah Lailiyah Dzikrul Ghofilin yang pengikutnya tersebar di seluruh Indonesia. Bagi umat Islam, ulama yang wafat pada 5 Juni 1993 ini diyakini memiliki karomah kewalian. Di era tersebut, sosok Gus Miek begitu masyhur dikenal sebagai kiai yang nyentrik dan memiliki metode dakwah yang terbilang unik sekaligus out of the box.
Gaya dakwahnya tidak melulu dari atas mimbar. Gus Miek kerap mengedepankan praktik langsung di lapangan ( bil hal) dan tak pandang bulu dalam merangkul semua kalangan. Beliau bahkan tak segan turun langsung untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman hingga ke tempat-tempat hiburan malam yang jarang tersentuh oleh ulama pada umumnya. Peringatan haul agung ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya sebagai sarana merawat ingatan dan meneladani nilai-nilai perjuangan serta kebaikan Gus Miek.
Melalui momentum haul tahun ini, para tokoh penggerak jemaah Moloekatan kembali mengingatkan ribuan jemaah yang hadir akan wasiat mendalam dari almarhum. Seluruh warga dan jemaah diajak untuk terus konsisten berpegang teguh pada agama serta tidak sekalipun meninggalkan tuntunan utama, yakni Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
( Editor : Afif / Aqillah)



