Kediri, jurnalmataram.com – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, tidak hanya melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi organisasi. Gelaran akbar ini juga membawa berkah ekonomi yang luar biasa bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Selama perhelatan berlangsung, geliat perekonomian di kawasan Pesantren Ploso melonjak drastis. Ribuan peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru Nusantara menjadi ceruk pasar potensial bagi para pedagang lokal. Gelaran yang berlangsung mulai tanggal 20 hingga 23 Juni 2026 ini sukses mendongkrak pendapatan para pedagang, mulai dari penyedia kuliner, pakaian muslim, hingga pernak-pernik dan buku-buku keagamaan. Kehadiran massa yang masif membuat omzet penjualan mereka naik berkali-lipat.
Sejumlah pedagang di area Munas mengaku bahwa volume penjualan mereka mengalami peningkatan signifikan hingga 100 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. “Peningkatannya luar biasa, bisa sampai seratus persen dibanding hari biasa. Banyak peserta dari luar daerah yang mampir untuk sarapan, makan siang, atau sekadar menikmati kuliner khas Kediri di sela-sela jadwal sidang,” ungkap Nunuk, salah seorang pedagang makanan di kawasan tersebut.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Putri Dwi, pedagang pakaian yang membuka stan di sekitar area pondok pesantren. Menurutnya, momentum nasional seperti ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha kreatif dan konveksi. “Alhamdulillah, perputaran uangnya cepat sekali. Pakaian muslim, sarung, dan jilbab banyak sekali diburu oleh para pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah,” kata Putri.
Lonjakan omzet hingga 100 persen membuktikan bahwa kegiatan organisasi keagamaan berskala nasional mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat daerah. Sebagai informasi, Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju perhelatan akbar Muktamar NU, yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 5 Agustus mendatang.
Kendati agenda utama forum ini berfokus pada pembahasan internal organisasi dan persoalan kebangsaan, dampak berganda (multiplier effect) yang dihasilkan terbukti nyata dalam menggerakkan sektor riil dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat luas.
( Editor : Saldi / Juwita )



