Kediri, jurnalmatraman.com – Kepedulian terhadap warga rentan terus ditunjukkan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Selasa (5/5) sore, bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu melakukan blusukan ke Desa Manggis, Kecamatan Puncu, untuk menjenguk Muhammad Alza Octaviana, seorang bocah berkebutuhan khusus yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas.
Alza, yang kini duduk di kelas 5 SD Sekolah Luar Biasa (SLB) PGRI Puncu, sehari-hari hanya tinggal bersama kakeknya, Mari (61), dan tantenya, Niha (19). Ayah Alza diketahui merantau ke Kalimantan, sementara ibunya telah lama tiada. Untuk menyambung hidup, sang kakek mengandalkan hasil jualan sayuran yang ia jajakan sembari menunggu Alza sekolah.
Kondisi rumah yang mereka tempati pun memprihatinkan. Meski sudah berdinding batako, rumah tersebut belum diplester dan atapnya banyak yang bocor di berbagai sisi. Hal inilah yang menjadi perhatian Mas Dhito saat melihat langsung kondisi riil warga yang masuk dalam kategori desil 1-4 tersebut.”Alza ini anak yang luar biasa. Meski memiliki keterbatasan pada penglihatan sejak kecil, dia punya prestasi di bidang menyanyi. Kita harus pastikan masa depannya tetap terjamin,” ujar Mas Dhito di sela kunjungannya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk Alza. Tak hanya itu, sang kakek juga mendapatkan bantuan modal usaha serta satu unit sepeda baru untuk mendukung aktivitasnya berjualan sayuran keliling.
Intervensi Pemkab Kediri juga menyasar Niha, tante Alza yang baru lulus SMK. Mas Dhito langsung memberikan bantuan pencarian kerja di sebuah warung sate yang lokasinya tak jauh dari rumah mereka. Bahkan, Mas Dhito berkomitmen menebus biaya pendidikan Niha yang masih tertunggak agar ijazah aslinya bisa segera diambil. “Pendidikan adalah pelayanan dasar yang menjadi prioritas kami. Tidak boleh ada ijazah yang tertahan karena kendala biaya. Kami akan urus itu agar Niha bisa segera bekerja dan membantu ekonomi keluarga,” tegasnya.
( Editor : Afif / Juwita )



