Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Warung Jadul Ala Jawa Kuno Jadi Trend Anak Muda

by M. Zainurofi
30 Desember 2025 | 13:12
Reading Time: 2 mins read
0
Warung Jadul Ala Jawa Kuno Jadi Trend Anak Muda

Kediri, jurnalmataraman.com – di tengah menjamurnya kafe modern dengan konsep kekinian, warung dan kafe bernuansa karakter justru kini menjadi tren tersendiri di kalangan anak muda. Salah satunya adalah Arumpala Kopi yang mengusung konsep warung kopi ala Jawa kuno dengan sajian makanan dan minuman tempo dulu, lengkap dengan nuansa bangunan rumah pedesaan khas Jawa.

Arumpala Kopi yang berlokasi di Jalan Tegal Arum, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, tampil berbeda dibandingkan kafe pada umumnya. Warung kopi milik Muhammad Cahaya Gumelar ini menghadirkan sensasi kuliner tradisional Jawa yang kini mulai jarang ditemui.

Didirikan pada tahun 2021, Arumpala Kopi secara konsisten mengusung konsep kafe bernuansa Jawa yang kental. Mulai dari desain bangunan, tata ruang hingga menu yang disajikan, semuanya dirancang untuk membawa pengunjung kembali pada suasana pedesaan yang hangat dan sederhana.

Salah satu menu andalan yang banyak diburu pelanggan adalah nasi jangan ndeso, yakni sajian sayur pedesaan yang terdiri dari lodeh tahu, tempe, terong serta lauk ikan pindang atau ikan asin (gerih). Selain memiliki cita rasa yang khas, menu ini juga menghadirkan kenangan akan masakan rumahan ala tempo dulu.

“Harganya terjangkau, rasanya juga pas di lidah. Makan di sini seperti pulang ke rumah, mengingatkan masakan desa zaman dulu,” ujar Novira, salah seorang pelanggan Arumpala Kopi.

Dengan harga yang ramah di kantong, yakni sekitar Rp15 ribu per porsi, menu-menu di Arumpala Kopi dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga keluarga.

Pemilik Arumpala Kopi, Muhammad Cahaya Gumelar, menyebut bahwa kekuatan warung kopinya tidak terletak pada banyaknya variasi menu, melainkan pada suasana yang ditawarkan.

“Kami ingin menghadirkan suasana Jawa tempo dulu yang sederhana dan hangat. Jadi bukan soal menu yang banyak, tetapi pengalaman dan nuansa yang dirasakan pengunjung,” ungkapnya.

Setiap harinya, Arumpala Kopi mampu menarik sekitar 50 hingga 100 pengunjung. Mayoritas berasal dari wilayah Kediri, namun tidak sedikit pula pengunjung yang datang dari luar kota, seperti Surabaya dan sejumlah daerah di sekitar Karesidenan Kediri.

Dengan konsep tradisional yang kuat, Arumpala Kopi menjadi alternatif ruang nongkrong yang berbeda sekaligus sarana mengenalkan kembali kearifan lokal kepada generasi muda.

(Editor: Dzaki & Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: Arumpala KopiDesa DokoKecamatan Ngasemkediri terkiniKopiTradisionalkuliner kediriKulinerTempoDuluUMKMKediriWisata Kuliner
ShareTweetShare
Next Post
Hindari Macet Malam Pergantian Tahun, Penumpang KA dari Kediri Diminta Datang Lebih Awal

Hindari Macet Malam Pergantian Tahun, Penumpang KA dari Kediri Diminta Datang Lebih Awal

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .