Kediri, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya mendorong lahirnya generasi petani muda yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui gelaran Urban Farming Kalcer Fest, yang sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Karang Taruna bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), dan dipusatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, pada Jumat siang. Festival ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus penguatan minat generasi muda agar tertarik menekuni sektor pertanian secara berkelanjutan.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kediri Danang Saputro, mengatakan bahwa Urban Farming Kalcer Fest menjadi sarana untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian. Menurutnya, bertani tidak lagi identik dengan cara konvensional, melainkan dapat dilakukan secara modern, efisien, dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat petani muda agar lebih produktif dan tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Urban farming menjadi salah satu solusi karena bisa diterapkan di lahan terbatas dengan hasil yang tetap optimal,” ujar Danang Saputro.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 160 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan di wilayah Plosoklaten. Para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik pengolahan tanah, pemanfaatan pekarangan rumah, hingga praktik budidaya tanaman yang produktif namun relatif mudah dirawat.
Selain materi teori, peserta juga diperkenalkan langsung dengan hasil pertanian berkelanjutan yang dikembangkan di lahan BPP. Sejumlah komoditas seperti sawi, pakchoi, bayam, terong, kacang panjang, mentimun, hingga jagung ditampilkan sebagai contoh tanaman yang memiliki potensi hasil baik dan bernilai jual.
Salah seorang peserta sekaligus petani muda, Galur Dwi Mahandani, mengaku kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan motivasi bagi dirinya. Ia menilai urban farming dapat menjadi alternatif bagi generasi muda yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin tetap produktif di sektor pertanian.
“Kegiatannya sangat bermanfaat, terutama untuk kami yang masih belajar. Banyak ilmu baru yang bisa langsung dipraktikkan, meski memang tantangan ke depan masih ada, khususnya dalam pemasaran hasil panen,” tutur Galur.
Dalam area praktik, beragam tanaman turut dibudidayakan, mulai dari bayam, kangkung, cabai, terong, timun, hingga jagung manis dan jagung ketan yang dikenal memiliki nilai jual cukup tinggi. Meski demikian, para petani muda mengakui masih diperlukan pendampingan lanjutan, terutama dalam penguatan akses pasar dan pemasaran produk hasil budidaya.
Melalui Urban Farming Kalcer Fest, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap dapat melahirkan petani-petani muda yang inovatif, mandiri, dan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
(Editor : Firda & Wahyu Adi)



