Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Isak Tangis Pecah, Ratusan Siswa di Kediri Sungkem dan Basuh Kaki Orang Tua

by M. Zainurofi
13 Desember 2025 | 14:04
Reading Time: 2 mins read
0
Isak Tangis Pecah, Ratusan Siswa di Kediri Sungkem dan Basuh Kaki Orang Tua

Kediri, jurnalmataraman.com – Suasana haru menyelimuti halaman SD Islam NU Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu pagi. Ratusan siswa bersama orang tua mengikuti kegiatan sungkem massal dan basuh kaki sebagai wujud bakti kepada orang tua sekaligus sarana pendidikan karakter tentang kerendahan hati dan penghormatan kepada sesama.

Sekitar 650 wali murid tampak duduk berdampingan dengan putra-putri mereka di lapangan sekolah yang berada di Dusun Ngeble, Desa Pelem, Kecamatan Pare. Isak tangis mulai pecah ketika doa dan motivasi dibacakan oleh pihak sekolah. Anak-anak yang mengenakan pakaian serba putih satu per satu mendekati orang tua, bersimpuh, lalu membasuh kaki dan memohon doa restu.

Momen tersebut menghadirkan emosi mendalam. Banyak siswa tak kuasa menahan air mata, demikian pula para orang tua yang teringat perjuangan panjang membesarkan anak-anak mereka hingga saat ini.

Kepala SD Islam NU Pare, Siti Ulifah, mengatakan kegiatan sungkem massal ini sengaja digelar sebagai bagian dari pendidikan akhlak dan empati bagi siswa. Menurutnya, pembiasaan sikap hormat kepada orang tua harus ditanamkan sejak dini agar tertanam kuat dalam kepribadian anak.

“Kami ingin anak-anak belajar merendahkan hati, menghormati orang tua, dan memahami bahwa doa serta restu orang tua adalah bekal penting dalam kehidupan mereka,” ujar Siti Ulifah. Ia menambahkan, anak merupakan aset masa depan keluarga dan bangsa, sehingga pendidikan karakter tidak kalah penting dibandingkan pendidikan akademik.

Salah satu wali murid, Nisa Faulani, mengaku terharu mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai sungkem massal menjadi pengingat bagi orang tua dan anak tentang makna kasih sayang serta pengorbanan dalam keluarga.

“Melihat anak sungkem dan membasuh kaki, rasanya campur aduk. Haru dan bangga, sekaligus teringat perjuangan membesarkan mereka. Kegiatan seperti ini sangat positif,” tuturnya.

Melalui kegiatan sungkem massal ini, pihak sekolah berharap nilai empati, rasa syukur, serta penghormatan kepada orang tua dapat tertanam kuat dalam diri para siswa. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal karakter yang akan mereka bawa hingga dewasa, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

(Editor : Firda & Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: Infokediripendidikan akhlakSD Islam NU PareSungkem dan Basuh Kaki Orang TuaTangis Pecah
ShareTweetShare
Next Post
Berburu Kuliner Laut di Pantai Serang

Berburu Kuliner Laut di Pantai Serang

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .