Kediri, jurnalmataraman.com – Ambisi Persedikab Kabupaten Kediri untuk mempertahankan takhta di ajang Piala Soeratin 2026 mulai dipacu. Tim berjuluk Bledug Kelud Muda ini terpantau tengah mengintensifkan porsi latihan, mulai dari penguatan fisik hingga pemantapan strategi transisi negatif di Stadion Desa Banyakan, Kabupaten Kediri, Jumat (8/5/2026).
Latihan rutin ini merupakan bagian dari persiapan panjang menjelang kick-off Piala Soeratin yang dijadwalkan bergulir Juli mendatang. Fokus utama tim pelatih saat ini adalah mengembalikan kebugaran pemain yang sempat mengalami penurunan pada April lalu. Berbagai menu latihan seperti jogging track, asah akurasi passing jarak jauh maupun pendek, hingga simulasi transisi negatif menjadi menu wajib bagi skuad muda Kediri ini.
Head Coach Persedikab U-17, Mohammad Sodikin, menegaskan bahwa dirinya mematok standar tinggi untuk kebugaran anak asuhnya. Ia menargetkan level fisik pemain harus berada di atas angka 80 persen sebelum kompetisi dimulai. “Fisik menjadi fondasi utama. Jika fisik prima, strategi transisi dari menyerang ke bertahan atau transisi negatif bisa berjalan maksimal. Tanpa kebugaran yang mumpuni, skema permainan tidak akan keluar,” ujar Mohammad Sodikin di sela-sela memimpin latihan.
Menariknya, komposisi skuad Persedikab U-17 tahun ini didominasi oleh bakat-bakat lokal. Dari total 30 pemain yang terdaftar, hampir 60 persen merupakan putra daerah kelahiran Kediri. Sisanya merupakan pemain hasil seleksi dari beberapa kota di sekitar Kediri. Sodikin optimis potensi putra daerah ini mampu bersaing dan menjadi tulang punggung tim di masa depan. Namun, di tengah semangat juang para pemain, tim pelatih tidak menampik adanya tantangan non-teknis. Berstatus sebagai juara bertahan, Persedikab U-17 justru tengah menghadapi kendala finansial. Pihak ofisial mengeluhkan anggaran klub yang hingga kini belum cair.
Kondisi tersebut memaksa tim pelatih melakukan langkah efisiensi. Salah satunya adalah dengan memilih Stadion Desa Banyakan sebagai lokasi latihan karena jarak jangkauannya yang lebih dekat bagi sebagian besar pemain dan staf. “Meski ada kendala anggaran, semangat kami tidak luntur. Kami tetap fokus berlatih di sini (Stadion Banyakan) sebagai langkah efisiensi waktu dan biaya. Target kami tetap memberikan yang terbaik untuk Kediri di Piala Soeratin nanti,” pungkas Sodikin.
( Editor : Afif / Yusa )



