Kediri, jurnalmataraman.com – Ilmu matematika tidak harus selalu identik dengan rumus rumit, angka yang membingungkan, atau suasana belajar yang membosankan. Lewat permainan papan atau board game, anak-anak justru diajak belajar berhitung sambil menyusun strategi dan bersenang-senang. Semangat itulah yang dihadirkan oleh lembaga sosial Future Minds IDN berkolaborasi dengan Numberforge melalui kegiatan Maths Board Game Literacy di kantor I Can Read Kediri. Para peserta diajak mengenal dunia angka lewat permainan interaktif yang mengasah logika, pola pikir kritis, kemampuan mengambil keputusan, hingga keterampilan memecahkan masalah.
Founder Future Minds IDN Jesselyn Michelle Setiobudi mengatakan, matematika perlu dikenalkan dengan cara yang menarik sejak usia dini. Melalui metode belajar sambil bermain, anak-anak dapat melatih daya pikir kritis tanpa merasa terbebani oleh materi yang berat. “Matematika perlu dikenalkan dengan cara menyenangkan sejak dini. Lewat board game, anak-anak bisa melatih logika dan pemecahan masalah tanpa merasa sedang belajar pelajaran yang rumit,” ujar Jesselyn.
Selain itu, permainan papan ini menjadi alternatif aktivitas edukatif non-digital di tengah tingginya ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Keseruan tersebut dirasakan langsung oleh sejumlah pelajar yang mengaku lebih menyukai permainan fisik ini. “Lebih seru main board game dibanding game di handphone. Selain bisa mengasah otak, kita juga bisa berinteraksi langsung dan keseruannya terasa bersama teman-teman,” kata Arka, salah seorang siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Kediri.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan metode pembelajaran kreatif dan inklusif dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. Lewat media board game, belajar matematika menjadi pengalaman yang interaktif dan membangun kepercayaan diri anak bahwa matematika bukan sekadar rumus, melainkan tentang kreativitas, strategi, dan pola pikir. (Beny Kurniawan)
(Editor: Brigade/Trias)



