Kediri, jurnalmataraman.com – Beragam jajanan tradisional terus mendapat sentuhan inovasi dari para pelaku usaha kuliner. Salah satu kreasi unik yang tengah mencuri perhatian di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, adalah kue lumpur bakar Nduk D’Tha yang menawarkan cara pematangan tak biasa.
Aroma asap dari pemanggangan arang tersebut menjadi daya tarik utama ketika kue mulai dibakar. Sensasi smoky yang khas ini berpadu sempurna dengan tekstur adonan yang lembut serta bagian tengah yang terasa lumer saat disantap. Pengelola kedai kue lumpur bakar Nduk D’Tha, Sofia Putri, menjelaskan bahwa usaha kuliner ini merupakan warisan dari ibunya yang kini ia teruskan. Menurutnya, rasa dan teknik penyajian kue buatannya memiliki keunikan tersendiri dibanding olahan serupa di tempat lain.
“Resep rahasia keluarga dan teknik pemanggangan arang di bagian atas membuat aromanya lebih kuat. Alhasil, racikan ini makin digemari para pembeli sekitar,” tutur Sofia saat ditemui di kedainya.
Daya tarik jajanan ini makin lengkap dengan patokan harga yang terjangkau. Satu biji kue lumpur bakar dibanderol Rp 2.500 hingga Rp 3.000, bergantung pada pilihan varian rasa.
Bagi penikmat kuliner yang ingin mencicipi aneka rasa sekaligus, tersedia paket variasi seharga Rp 15.000 per porsi. Pilihan rasanya beragam, mulai dari original, nangka, hingga kelapa muda. Cita rasa unik tersebut sukses memikat banyak pembeli. Salah seorang pelanggan, Renita, mengaku sangat menyukai perpaduan tekstur dan aroma kelezatan kuliner tradisional ini.
“Teksturnya lembut sekali dan bagian tengahnya lumer. Aroma smoky dari arangnya benar-benar terasa beda dibanding kue lumpur pada umumnya,” kata Renita.
Dalam sehari, produksi kue lumpur bakar Nduk D’Tha mampu mencapai 250 paket. Tingkat produksi harian ini terus menyesuaikan dengan tingginya permintaan pelanggan yang berdatangan. (Muhammad Zainurofi)
Editor: (Trias/Loris)



