Kediri, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kelestarian peninggalan bersejarah di wilayahnya. Salah satunya dengan menggelar aksi bersih-bersih tumpukan sampah di kawasan Cagar Budaya Jembatan Lama yang membentang di atas aliran Sungai Brantas, Jumat (17/7). Kegiatan pembersihan ini melibatkan petugas gabungan lintas sektor, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perum Jasa Tirta, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri.
Aksi susur sungai dan pembersihan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kerusakan struktur jembatan akibat tumpukan material sampah yang terbawa arus. Dengan langkah ini, Jembatan Lama yang berstatus dan tercatat sebagai jembatan besi tertua di Pulau Jawa tersebut diharapkan bisa terus terjaga kondisi fisik dan kelestariannya. Selain menjalankan misi perawatan cagar budaya, pembersihan ini juga diinisiasi sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri. Apalagi, kawasan Sungai Brantas kerap dijadikan lokasi berbagai kegiatan warga dalam rangkaian perayaan hari jadi kota tersebut.
Dalam pelaksanaannya, petugas menerjunkan satu unit perahu karet untuk menjangkau titik-titik tumpukan sampah. Proses pembersihan material, terutama sampah kayu yang menyangkut dan menumpuk di kaki jembatan, dilakukan secara manual oleh tim gabungan. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menargetkan proses pembersihan material sampah di kawasan Jembatan Lama ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga hari ke depan.
Lebih lanjut, Pemkot Kediri saat ini juga tengah melakukan pengkajian komprehensif untuk mencari solusi jangka panjang. Kajian tersebut diharapkan mampu memecahkan persoalan tumpukan sampah kiriman yang selalu menjadi masalah tahunan di tiang-tiang penyangga jembatan. Tidak hanya berhenti di kawasan Cagar Budaya Jembatan Lama, tim gabungan rencananya juga akan memperluas area pembersihan dengan menyisir sejumlah aliran sungai lainnya di Kota Kediri yang disinyalir mengalami penumpukan sampah serupa.
(Editor : Afif / Aqillah)




