Tulungagung,jurnalmataraman.com – Tahun ajaran baru 2026/2027 menyisakan catatan kurang menggembirakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tulungagung. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mendata ada empat Sekolah Dasar (SD) yang sama sekali tidak mendapatkan murid baru. Kondisi pelik ini berimbas langsung pada nasib tenaga pendidik, di mana tunjangan sertifikasi mereka dipastikan tidak bisa dicairkan.
Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, membenarkan adanya fenomena tersebut. Ia menyebut, dari total 634 SD berstatus negeri maupun swasta yang tersebar di 19 kecamatan se-Tulungagung, empat satuan pendidikan di antaranya harus gigit jari karena nihil pendaftar. “Empat sekolah yang tidak mendapat siswa baru tersebut yakni SD Swasta Dlodo di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban; SDN 4 Besuki di Kecamatan Besuki; SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo; dan SDN 1 Tenggong di Kecamatan Rejotangan,” urai Zuyun.
Zuyun membeberkan sejumlah faktor yang menjadi pemicu kosongnya bangku kelas satu di empat sekolah tersebut. Penyebab utamanya meliputi minimnya jumlah lulusan Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah zonasi masing-masing, letak geografis sekolah yang cukup jauh dan sulit dijangkau, hingga ketatnya persaingan antar-sekolah dalam memperebutkan peserta didik baru.
Kondisi ketiadaan siswa baru ini membawa konsekuensi serius bagi para guru. Zuyun memastikan, tunjangan sertifikasi pendidik, khususnya bagi guru kelas satu di sekolah-sekolah tersebut, tidak bisa dicairkan. Hal ini merujuk pada peraturan yang berlaku, di mana tunjangan profesi baru dapat turun apabila beban kerja dan syarat minimal jam mengajar terpenuhi. Tanpa adanya siswa, otomatis jam mengajar guru menjadi kurang.
Meski demikian, Zuyun menegaskan bahwa fenomena sekolah yang tidak mendapat siswa atau minim murid baru ini bukanlah sebuah kegagalan dari sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menurutnya, dinamika ini menjadi bahan evaluasi bersama. Saat ini, pemerintah pusat dan provinsi bersama Dinas Pendidikan di daerah tengah gencar-gencarnya berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, salah satunya dengan aktif melakukan program revitalisasi sekolah agar daya saing satuan pendidikan semakin merata.
(Editor : Afif/Farid)




