Tulungagung, jurnalmataraman.com – Dewan Kehormatan dan jajaran Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Tulungagung masa bakti 2026-2031 resmi dilantik. Di bawah nakhoda baru, organisasi kemanusiaan ini siap bergerak cepat mengebut empat program prioritas, salah satunya berfokus pada pembinaan di tingkat sekolah. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Kantor PMI Tulungagung ini dipimpin langsung oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo. Turut hadir dalam acara tersebut Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, unsur jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan berbagai organisasi masyarakat.
Ketua PMI Tulungagung yang baru dilantik, Tri Hariyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunda pekerjaan. Pria yang juga menjabat sebagai Pj Sekda Tulungagung ini telah merumuskan empat langkah taktis yang akan segera dieksekusi oleh kepengurusannya. “Keempat langkah prioritas tersebut meliputi perkuatan sinergi dengan berbagai stakeholder, percepatan respons pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM relawan, serta penguatan kembali eksistensi organisasi PMI di tingkat sekolah,” ungkap Tri Hariyadi usai prosesi pelantikan.
Program kerja yang dicanangkan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo. Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap fokus pengurus baru pada sektor pendidikan atau sekolah. Menurut Imam, penguatan PMI di tingkat sekolah seperti PMR (Palang Merah Remaja) merupakan fondasi penting. Hal ini diyakini mampu menjadi kawah candradimuka untuk memupuk semangat kerelawanan dan nilai-nilai kemanusiaan pada generasi muda sejak dini.
Harapan senada juga diutarakan oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Ia menekankan pentingnya sinergitas antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam melayani masyarakat, terutama pada sektor-sektor krusial. “Kami berharap sinergi ini terus diperkuat, khususnya dalam pelayanan sosial di bidang kesiapsiagaan maupun penanganan kebencanaan, serta memastikan ketersediaan stok darah untuk masyarakat Tulungagung,” tutur Ahmad Baharudin.
Ke depan, dengan kepengurusan yang baru, PMI Tulungagung dituntut untuk semakin cepat hadir di tengah masyarakat, tanggap terhadap situasi darurat, dan adaptif menghadapi perkembangan kebutuhan pelayanan kemanusiaan.
( Editor : Afif / Mila )



