Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pusatkan di Ponpes Ploso, Munas dan Konbes PBNU Kaji Isu Keagamaan Kontemporer hingga Kebangsaan

by M. Zainurofi
20 Juni 2026 | 18:25
Reading Time: 2 mins read
0
Pusatkan di Ponpes Ploso, Munas dan Konbes PBNU Kaji Isu Keagamaan Kontemporer hingga Kebangsaan

Kediri, Jurnalmataraman.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar agenda permusyawaratan akbar. Tahun ini, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Forum strategis ini difokuskan untuk mengurai berbagai problematika keagamaan serta merumuskan arah kebijakan terkait isu-isu kebangsaan. Kesiapan acara tersebut disampaikan secara resmi melalui konferensi pers yang digelar di Ponpes Ploso, Minggu sore. Agenda tersebut dihadiri jajaran elit PBNU, di antaranya Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Saifullah Yusuf, Katib ‘Aam PBNU yang juga Ketua Steering Committee (SC) KH Ahmad Said Asrori, KH Amin Said Husni, serta Prof. Ir. Mohammad Nuh.

Ketua SC Munas dan Konbes PBNU, KH Ahmad Said Asrori, menegaskan bahwa pemilihan lokasi permusyawaratan tahun ini bukan tanpa alasan. Acara sengaja difokuskan di dua titik sarat makna, yakni Ponpes Ploso di Kediri dan Bangkalan. “Kedua pondok pesantren ini memiliki akar historis yang sangat kental dan sentral kaitannya dengan tonggak sejarah pengembangan penyebaran agama Islam, khususnya di wilayah Jawa Timur,” papar ulama asal Magelang tersebut.

Lebih lanjut, KH Ahmad Said Asrori membeberkan bahwa forum Munas dan Konbes ini akan menjadi arena dialektika pemikiran terkait masalah Diniyah (keagamaan), evaluasi roda organisasi, hingga perumusan rekomendasi program yang bersinggungan langsung dengan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara

Forum yang dihadiri oleh utusan Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia ini menitikberatkan pembahasannya pada Masail Diniyah (persoalan keagamaan). Pembahasan tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga komisi utama. Meliputi persoalan Waqi’iyah yang membahas isu-isu kontemporer dan realitas yang tengah dihadapi masyarakat, persoalan Maudlu’iyah yang mengkaji secara tematik, serta persoalan Qanuniyah yang secara khusus menelaah dan merespons berbagai regulasi maupun perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah.

Kapasitas keilmuan dalam forum ini dipastikan berbobot dengan hadirnya sejumlah masyayikh dan tokoh sentral Nahdliyin. Di antaranya Mantan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, serta pengasuh Ponpes setempat yakni KH Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo) dan KH Nurul Huda Jazuli (Ploso).

(Editor : Saldi / Vicky)

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriheadlineinfo kediriKediriPBNU Kaji Isu
ShareTweetShare
Next Post
Seruan Masyayikh Jelang Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Nahdlatul Ulama

Seruan Masyayikh Jelang Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Nahdlatul Ulama

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .