
Tulungagung, Jurnalmataraman.com, Dalam pertengahan tahun ini, puluhan rumah di Tulungagung mengalami kebakaran. Rata-rata terjadinya kebakaran disebabkan akibat konsleting listirk, (1/10/2022).
Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Tulungagung, Gatot Sunu mengatakan, berdasarkan data kebakaran sejak Januari hingga September 2022 mencapai 49 kasus. Jumlah itu sama dengan jumlah kasus kebakaran yang telah terjadi di Tulungagung pada 2021 lalu.
“Untuk penyebabnya ada dua faktor. Yakni akibat konsleting listrik dan kelalaian manusia,” tuturnya.
Gatot menjelaskan, dari 49 kasus kebakaran di Tulungagung, hampir 60 persennya disebabkan karena konsleting listrik. Sedangkan persentase sisanya disebabkan oleh kelalaian manusia.
“Untuk menghindari terjadinya kebakaran akibat konsleting listrik. Kami mengimbau agar warga dapat merapikan instalasi listrik yang berada di rumahnya,” jelasnya.
Disinggung terkait taksiran kerugian kasus puluhan kebakaran yang terjadi pada tahun ini, Gatot mengungkapkan bahwa berdasarkan dari keterangan korban yang telah dikumpulkan, taksiran kerugian akibat kasus kebakaran di Tulungagung mencapai miliaran rupiah.
“Karena untuk kebarakan skala kecil saja, korban bisa merugi hingga puluhan juta. Apalagi kasus kebakaran dengan skala besar,” pungkasnya. (am/mj)

