Kediri, jurnalmataraman.com – Tragedi miras oplosan kembali terjadi Tiga orang warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menjadi korban setelah menenggak minuman keras campuran usai menyaksikan acara karnaval sound system pada Sabtu malam (26/7/2025). Dua di antaranya tewas sementara satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di rumah sakit.
Korban meninggal adalah Deta (25) dan adiknya Agung (22), serta paman mereka, Purnomo (42) Ironisnya, ketiganya masih memiliki hubungan keluarga.
Purnomo lebih dulu menghembuskan napas terakhir pada Senin pagi (28/7) setelah sebelumnya sempat mengeluh sakit pada bagian perut dan dada sejak Minggu malam (27/7). Jasadnya langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.
Sementara Deta meninggal dunia keesokan harinya Selasa (29/7). Namun prosesi pemakaman sempat dihentikan karena pihak kepolisian datang ke lokasi pemakaman dan meminta jasad Deta dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk keperluan otopsi.

Paman korban Subakri, mengatakan ketiga korban awalnya pergi bersama untuk menonton karnaval sound system. Namun selang satu hari, kondisi ketiganya memburuk Purnomo lebih dulu meninggal dunia, disusul Deta keesokan harinya. Agung yang masih hidup kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kilisuci Kota Kediri (RSKK).
“Awalnya cuma pergi nonton karnaval, tapi pulangnya mereka minum-minum. Setelah itu mulai sakit perut dan dadanya,” terang Subakri.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Jushua Peter Krisnawan membenarkan bahwa ketiga korban diduga kuat mengalami keracunan akibat miras oplosan.
“Dua korban meninggal dunia, satu kritis. Kami sudah melakukan penyelidikan awal dan mendatangi lokasi warung yang digunakan untuk pesta miras,” ujarnya.
(Editor : Yuli & Trias M.A )



