
Tulungagung, jurnalmataraman.com, Program Anti Poverty Program APP di Jawa Timur sudah berjalan selama 17 tahun, termasuk salah satunya di kabupaten Tulungagung. Dimana tujuan Anti Poverti Program (APP) adalah penanganan penduduk miskin agar memiliki pendapatan dan daya beli. Yakni melalui pemberdayaan usaha kelompok Masyarakat miskin dengan pola kemitraan yang berbasis cluster.
Di tahun 2022 ini, APP di desain ulang dan berganti nama menjadi Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri Dan Sejahtera (Peti Koin Bermantra).
Merujuk pada apa yang telah dilakukan oleh Bappenas sebagai koordinator program dan kegiatan pengembangan ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan yang telah melakukan uji coba sebuah model pendekatan keperantaraan dan memberikan indikasi positif dalam penerapannya, maka Peti Koin Bermantra akan mengadopsi model pendekatan yang sama untuk program pengentasan kemiskinan di Jawa Timur yang akan dilaksanakan di 17 kabupaten penerima program tersebut.
Model pendekatan yang telah teruji tersebut adalah keperantaraan pasar (market linkages), dimana model tersebut dibangun berdasarkan pembelajaran dari berbagai macam program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Untuk program APP/Peti Koin Bermantra di Tahun 2022 ini Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendapatkan bantuan di 4 bidang yaitu, pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan.
Pelaksanaan program APP/Peti Koin Bermantra di kabupaten Tulungagung. Di bidang pertanian dengan jumlah 1 (satu) pokmas yang berlokasi di desa Tanggung kecamatan Campurdarat dengan bantuan handtraktor. Bidang perikanan dengan jumlah 1 (satu) pokmas yang berlokasi di desa Tawing kecamatan Gondang dengan budidaya ikan lele.
Bidang Perkebunan jumlah 1 (satu) pokmas yang berlokasi di desa Betak kecamatan Kalidawir dengan budidaya coklat(kakao). Sementara Bidang Kehutanan jumlah 2 (satu) pokmas yang berlokasi di Desa Pagerwojo dan Desa Penjor Kecamatan Pagerwojo dengan budidaya porang.(bond)


