Tulungagung, jurnalmataraman.com – Ratusan penggiat HIV-AIDS di Kabupaten Tulungagung menggelar aksi simpatik dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, Senin pagi, 1 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Bundaran Tugu Reog Kendang ini melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung serta Dinas Kesehatan setempat.
Aksi yang diawali dengan jalan kaki menuju Alun-Alun Tulungagung tersebut mengangkat tema “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Berkelanjutan Layanan HIV.” Dalam kesempatan itu, para peserta membagikan bunga mawar merah dan brosur edukasi HIV-AIDS kepada pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya meningkatkan kesadaran publik.

Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok berisiko, agar segera melakukan tes HIV. Selain itu, edukasi dan afirmasi positif terus diberikan kepada orang dengan HIV-AIDS (ODHA) guna menghapus stigma di masyarakat.
“Peringatan Hari AIDS ini sekaligus pengingat bagi masyarakat agar yang berisiko segera menjalani tes HIV. Bagi mereka yang telah terinfeksi, kami terus memberikan edukasi agar tetap kuat dan terhindar dari stigma,” ungkap Ifada.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, menambahkan bahwa sepanjang tahun 2006 hingga 2025, tercatat 4.350 kasus HIV-AIDS di Tulungagung, dengan sekitar 1.000 di antaranya meninggal dunia. Rata-rata temuan kasus baru setiap tahunnya masih berada pada kisaran 350 hingga 400 kasus, mayoritas terjadi pada kelompok usia produktif.

“Temuan kasus baru setiap tahun cukup tinggi dan didominasi usia produktif, sehingga ini menjadi fokus perhatian kami,” jelas Desi.
Dari total 4.350 ODHA tersebut, sebanyak 1.300 orang aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV), sementara sisanya menghentikan terapi atau telah meninggal dunia. Pemerintah daerah bersama para penggiat HIV-AIDS berkomitmen memperluas edukasi dan layanan untuk menekan penularan HIV di Tulungagung.
(Editor: Neha & Wahyu Adi)



