Kediri, jurnalmataraman.com – Geliat sektor peternakan di Kabupaten Kediri kembali memuncak dengan digelarnya Kontes Ternak 2026. Ajang bergengsi ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan secara terbuka setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19 dan serangan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 5 hingga 6 Mei 2026, kontes ini diikuti oleh sedikitnya 134 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Ratusan hewan ternak unggulan dipamerkan untuk memperebutkan gelar terbaik di masing-masing kategori.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, kompetisi ini dibagi menjadi beberapa kelas. Di antaranya sapi jenis Peranakan Ongole (PO) yang terbagi dalam empat kategori, jenis persilangan empat kategori, serta kelas berat atau ekstrem yang dibagi dalam tiga kategori. Dari sekian banyak peserta, perhatian warga dan juri tersedot pada sesosok sapi raksasa. Sapi dengan bobot fantastis mencapai 1,2 ton berhasil mencuri perhatian publik dan akhirnya dinobatkan sebagai juara dalam kategori kelas ekstrem.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa kontes ini bukan sekadar ajang pamer hewan ternak, melainkan wadah apresiasi bagi para peternak lokal. “Kontes ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam memperkuat program ketahanan pangan, khususnya dari sektor peternakan. Kami ingin para peternak semakin termotivasi untuk menghasilkan bibit-bibit unggul,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut, Rabu (6/5).
Potensi peternakan di Bumi Panjalu memang tergolong sangat menjanjikan. Merujuk data tahun 2025, populasi sapi potong di Kabupaten Kediri telah mencapai angka 215 ribu ekor. Melalui ajang seperti ini, diharapkan kualitas genetik dan manajemen ternak di masyarakat dapat terus meningkat.
( Editor : Afif / Juwita )



