Kediri, jurnalmataraman.com – Cuaca buruk yang terjadi secara tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir berdampak signifikan terhadap sektor pertanian khususnya tanaman cabai di Kabupaten Kediri, Kondisi ini membuat para petani cabai merasa resah karena hasil panen yang diperoleh tidak maksimal akibat gangguan cuaca yang berkepanjangan.
Seperti yang dialami petani cabai di kawasan Ngasem Kecamatan Ngasem, Banyak tanaman cabai milik petani dilaporkan mati mendadak setelah terserang jamur Serangan tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu hingga akhirnya gagal berproduksi secara optimal.
Menurut keterangan petani curah hujan yang turun secara terus-menerus membuat kondisi tanah menjadi lembap, Situasi tersebut memicu munculnya jamur yang menyerang bagian akar tanaman cabai. Akibatnya, tanaman menjadi layu dan mati dalam waktu singkat, meski sebelumnya terlihat sehat.

Dampak dari cuaca buruk ini cukup dirasakan pada hasil panen Dari lahan seluas sekitar 100 meter persegi, produksi cabai menurun hingga 50 persen Jika dalam kondisi cuaca normal petani mampu memanen hingga 20 kilogram, kini hasil panen hanya berkisar setengah dari jumlah tersebut.
Meski harga cabai di tingkat petani saat ini terbilang tinggi yakni mencapai Rp50.000 per kilogram, para petani mengaku belum merasakan keuntungan yang signifikan Hal ini disebabkan meningkatnya biaya operasional untuk perawatan tanaman, seperti penggunaan obat antijamur dan perawatan ekstra akibat cuaca yang kurang bersahabat.
Para petani berharap adanya perbaikan kondisi cuaca dalam waktu dekat serta perhatian dari pihak terkait agar dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat kembali terjaga.
(Editor : Kaila & Wahyu Adi)





