Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Nyaris Ricuh, Dua Kelompok Massa Beda Tuntutan Geruduk Kantor Perhutani Kediri

by Beny Kurniawan
21 Juli 2026 | 08:31
Reading Time: 2 mins read
0
Nyaris Ricuh, Dua Kelompok Massa Beda Tuntutan Geruduk Kantor Perhutani Kediri

Kediri, jurnalmataraman.com – Situasi di depan Kantor Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri sempat memanas pada Senin siang. Hal ini dipicu oleh adanya dua aksi unjuk rasa dari dua kelompok massa berbeda yang digelar dalam waktu yang hampir bersamaan.

Dua kubu yang membawa aspirasi saling berseberangan tersebut nyaris memicu kericuhan. Beruntung, sebanyak 400 personel keamanan gabungan diterjunkan ke lokasi. Petugas dengan sigap memasang barikade berlapis untuk memisahkan kedua kelompok guna mencegah terjadinya bentrokan. Kelompok pertama yang menggelar aksi adalah Paguyuban Petani Hutan Kelud Raya (PPHKR). Kehadiran mereka di depan kantor Perhutani bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada Perhutani KPH Kediri sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Ketua PPHKR, Sugianto, menyampaikan bahwa aksi damai ini merupakan wujud nyata dukungan petani sekaligus ajakan kepada seluruh elemen untuk menjaga kondusivitas hutan. Ia dengan tegas menolak adanya intervensi dari pihak luar.

“Kami menolak adanya tekanan terhadap Perhutani dan meminta pihak yang tidak memiliki kewenangan di bidang kehutanan untuk tidak mencampuri persoalan pengelolaan hutan. Apalagi, ratusan petani di lereng Gunung Kelud ini sudah menggarap lahan dan bekerja sama dengan Perhutani selama 20 tahun lebih,” terang Sugianto.

Di lokasi yang sama, berjarak hanya beberapa meter di balik barikade petugas, sekitar 100 orang anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kediri juga menyuarakan tuntutannya. Dipimpin oleh Wakil Panglima Koordinator SPSI Kabupaten Kediri, Lucius Sugianto, massa ini membawa tuntutan yang bertolak belakang dengan PPHKR. Massa SPSI menuntut adanya keterbukaan dari pihak Perhutani terkait pengelolaan lahan. “Kami menuntut agar ada transparansi dalam pengelolaan kawasan hutan Perhutani, serta mempertanyakan ke mana larinya hasil uang sewa kawasan hutan tersebut,” tegas Lucius Sugianto.

Perbedaan pendapat dan jarak yang terlalu dekat membuat tensi unjuk rasa nyaris memanas. Berulang kali kedua kubu tampak bersitegang menyuarakan yel-yel dan orasi masing-masing. Namun, berkat pengamanan ketat dari ratusan personel gabungan, ketegangan sukses diredam. Hingga kedua kelompok massa membubarkan diri, situasi di sekitar Kantor Perhutani KPH Kediri dipastikan tetap aman dan kondusif.

( Editor : Saldi / Loris )

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediridemo perhutaniheadlineinfo kediriKedirikota Kediri
ShareTweetShare
Next Post
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Petugas Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Tulungagung

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Petugas Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Tulungagung

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .