Kediri, jurnalmataraman.com – Rapat koordinasi final dan apel Banser menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama digelar di Pondok Pesantren Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Selasa (16/6/2026) sore.
Dalam rakor dan apel Banser ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang juga menjabat sebagai Ketua Organizer Committee (OC) Munas-Konbes NU. Munas dan Konbes NU sendiri sebagai rangkaian menuju Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Juni 2026 dan diperkirakan akan dihadiri sekitar 500 peserta serta peninjau dari berbagai daerah.
Ketua Steering Committee (SC), Prof. Dr. Ir. KH Mohammad Nuh, mengatakan bahwa rakor dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan teknis dan substansi kegiatan telah siap sebelum pelaksanaan. “Kami melakukan pengecekan akhir terhadap persiapan Munas dan Konbes yang insyaallah dilaksanakan pada 20, 21, dan 22 Juni. Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Ploso yang bukan hanya siap, tetapi sangat siap menjadi tuan rumah,” jelasnya.
Salah satu agenda penting yang akan dibahas adalah usulan reformasi organisasi dan penguatan kelembagaan NU yang berasal dari berbagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Selain itu, isu-isu keagamaan kontemporer juga akan menjadi perhatian, termasuk persoalan fikih yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital.
“Masyarakat perlu mendapatkan kepastian panduan syariah terhadap berbagai perkembangan teknologi yang terus berubah. Karena itu isu-isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan penting dalam Munas dan Konbes,” tambahnya.
Ketua Panitia Lokal, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, menyampaikan bahwa seluruh panitia terus memaksimalkan persiapan agar pelaksanaan kegiatan berjalan aman, nyaman, dan memberikan manfaat yang besar. “Alhamdulillah, seluruh gambaran dan kebutuhan teknis sudah kami siapkan. Dalam dua hari ke depan akan mulai dilakukan berbagai pemasangan dan penataan akhir,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Gus Ipul menjelaskan bahwa pembukaan Munas dan Konbes akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah daerah, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Ia juga mengungkapkan bahwa PBNU berencana mengundang Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk memberikan amanat pada acara penutupan yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Bangkalan, pada 23 Juni 2026.
“PBNU melalui rapat telah memutuskan untuk mengundang Bapak Presiden Prabowo. Saat ini masih dalam proses koordinasi dan konfirmasi. Mudah-mudahan beliau dapat hadir memberikan amanat pada penutupan,” ujarnya.
Sementara terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35, Gus Ipul menyebut terdapat beberapa daerah yang telah mengajukan diri sebagai tuan rumah, di antaranya Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, Jawa Timur, serta Sumatera Barat. “Semua daerah memiliki peluang yang sama. Keputusan akan dibahas dan ditentukan melalui mekanisme organisasi yang berlaku,” pungkasnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen yang akrab disapa Gus Nabil, juga turut hadir dalam rakor ini untuk memastikan keamanan dalam Munas Konbes Nahdlatul Ulama nantinya.
(Editor : Saldi)



