Kediri, jurnalmataraman.com – Usai mencatatkan performa impresif di sejumlah kejuaraan regional, Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga Kabaddi Kabupaten Kediri tidak mau berpuas diri. Skuad Kabaddi Kediri langsung memantapkan sesi latihan intensif sekaligus menggelar tes parameter fisik bagi para atletnya di Desa Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Langkah cepat ini diambil sebagai bagian dari evaluasi performa sekaligus persiapan awal menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 mendatang.
Latihan berkala dengan intensitas tinggi ini digenjot setelah tim Kabaddi Kabupaten Kediri sukses membawa pulang dua medali perak dari ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2026 di Surabaya. Tren positif tersebut berlanjut pada ajang Open Tournament Beach Kabaddi di Pacitan, di mana mereka berhasil menyabet medali emas untuk kategori remaja serta medali perunggu di kelas umum.
Pelatih Kabaddi Kabupaten Kediri, Suhardi, menjelaskan bahwa tes parameter fisik yang dilakukan tengah difokuskan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan daya tahan (endurance), kecepatan (speed), hingga ketangkasan taktis di lapangan. Hal ini penting dilakukan guna memetakan kondisi riil kebugaran atlet pasca melakoni jadwal kompetisi yang padat dalam beberapa pekan terakhir.
“Pada Kejurprov Jatim 2026 di Surabaya kemarin, kami meraih dua perak dari nomor putra standar dan putri 7 to 5. Sementara di Pacitan, kategori remaja berhasil membawa pulang emas. Lewat tes parameter ini, kami ingin melihat sejauh mana perkembangan fisik mereka untuk dievaluasi ke depan,” ujar Suhardi.
Progres cepat cabor Kabaddi ini mendapat perhatian khusus dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri. Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, memberikan apresiasi tinggi saat melakukan monitoring langsung ke pemusatan latihan cabor. Menurut Hakim, capaian ini menjadi modal berharga bagi kontingen Kediri di masa depan.
KONI Kabupaten Kediri berkomitmen melakukan pendampingan serta pembinaan sejak dini agar target prestasi di Porprov Jatim 2027 dapat terealisasi secara maksimal. “Capaian atlet Kabaddi ini menjadi modal penting menuju Porprov 2027. Karena itu, KONI mulai mencuri start dengan melakukan monitoring sekaligus pembinaan lebih awal ke sejumlah cabor,” tegas Hakim.
Sebagai informasi, cabang olahraga Kabaddi di Kabupaten Kediri sendiri tergolong sangat baru karena baru resmi terbentuk pada tahun 2024. Uniknya, mayoritas materi atlet yang potensial ini masih berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA.
Guna terus mengasah kemampuan, saat ini latihan rutin digelar tiga kali dalam sepekan dengan durasi dua hingga tiga jam per sesi. Sebagai ujian terdekat untuk mengukur hasil latihan, tim Kabaddi Kabupaten Kediri dijadwalkan akan kembali menerjunkan atletnya pada kejuaraan di Pasir Putih, Situbondo, yang digelar Oktober mendatang.
(Editor : Saldi / Firman )



