Kediri, jurnalmataramaman.com – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi, Minyakita, di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri terus mengalami penyusutan sejak dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng murah di tengah tren kenaikan harga berbagai komoditas pangan lainnya.
Kelangkaan tersebut salah satunya terpantau di Pasar Setono Betek, Kota Kediri. Para pedagang di pasar ini mengeluhkan adanya pembatasan pasokan yang drastis dari pihak distributor. Jika sebelumnya pedagang bisa dengan mudah mendapatkan alokasi hingga 30 karton per minggu, kini mereka hanya dijatah 13 karton saja.
Sri, salah satu pedagang di Pasar Setono Betek mengungkapkan, dirinya maupun pedagang lain tidak mengetahui secara pasti apa penyebab dikuranginya pasokan Minyakita tersebut. Padahal, permintaan dari masyarakat sangat tinggi. “Warga banyak yang mencari karena harganya memang lebih murah dibandingkan yang lain, yaitu Rp 15.700 per liter,” ujar Sri.
Akibat minimnya pasokan, stok Minyakita di lapak pedagang kerap ludes dalam waktu singkat. Warga yang tidak kebagian pun terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk beralih ke minyak goreng curah. Padahal, harga minyak curah saat ini sudah meroket hingga menembus angka Rp 22.000 per liter.
Di tengah situasi pasokan yang serba terbatas ini, para pedagang juga menolak keras adanya wacana dari pemerintah untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita. Sri menilai, kebijakan tersebut tidak tepat sasaran jika diterapkan saat ini. Menurutnya, kenaikan harga minyak subsidi hanya akan membuat masyarakat semakin resah karena daya beli yang sedang tertekan oleh naiknya harga kebutuhan pokok lainnya. Kini, para pedagang hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan. Mereka mendesak agar pemerintah memberikan tambahan kuota pasokan minyak subsidi ke pasar tradisional, sehingga pedagang bisa mendistribusikannya kepada warga secara lebih merata.
( Editor : Afif / Rahma )


