Kediri, jurnalmataraman.com – Meski telah resmi beroperasi dan menawarkan harga tiket yang kompetitif, tingkat keterisian penumpang di Bandara Dhoho Kediri hingga kini masih tergolong rendah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kediri yang menilai bahwa minimnya penumpang bukan disebabkan oleh fasilitas bandara, melainkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sukadi, saat ditemui di kantornya, Senin siang (03/11), menjelaskan bahwa fasilitas di Bandara Dhoho sudah sangat memadai. Menurutnya, penyebab utama rendahnya minat masyarakat menggunakan layanan penerbangan di bandara tersebut adalah karena belum banyak warga yang mengetahui secara detail jadwal penerbangan dan layanan yang tersedia.

“Dari sisi fasilitas, Bandara Dhoho sudah sangat siap. Namun, sosialisasi ke masyarakat masih perlu ditingkatkan agar publik mengetahui bahwa dari Kediri kini sudah bisa terbang langsung ke Jakarta,” ujar Sukadi.
Berdasarkan hasil evaluasi Surya Air Center (SAC) selaku pengelola operasional penerbangan, tingkat keterisian penumpang pada rute Kediri–Jakarta masih berada di bawah 10 persen. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan bandara lain di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi, yang tingkat keterisiannya mencapai 80 hingga 90 persen pada periode yang sama.
Sukadi menambahkan, pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap penggunaan Bandara Dhoho. Salah satunya melalui sosialisasi lebih intensif dan kerja sama promosi dengan berbagai pihak, termasuk agen perjalanan serta pelaku usaha pariwisata di wilayah Kediri Raya.
“Kami berharap ke depan masyarakat bisa lebih memanfaatkan fasilitas Bandara Dhoho. Selain mempermudah mobilitas, keberadaan bandara ini juga diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Bandara Dhoho Kediri sendiri merupakan bandara baru di Jawa Timur yang dibangun untuk memperkuat konektivitas wilayah selatan provinsi ini. Bandara tersebut telah melayani penerbangan komersial rute domestik dengan harapan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Kediri dan sekitarnya.
( Editor : Denis & Wahyu Adi )



