Kediri, jurnalmataraman.com – Warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, digemparkan oleh penemuan mayat di salah satu rumah warga, Senin (3/11) siang. Mayat tersebut diketahui merupakan Nurohmanhadi (42), warga setempat yang dikenal sebagai pribadi tertutup.
Peristiwa itu bermula saat warga mencium bau busuk menyengat dari rumah korban sejak Sabtu (2/11). Awalnya, mereka mengira bau tersebut berasal dari bangkai tikus.
“Sejak Sabtu saya sudah mencium bau busuk. Saya pikir bangkai tikus, tapi waktu dicari keliling rumah tidak ketemu,” ujar Mela, tetangga korban yang rumahnya bersebelahan.
Hingga Senin (3/11), bau tak juga hilang dan justru semakin menyengat. Warga kemudian mulai mencurigai rumah Nurohmanhadi yang sudah tidak terlihat selama sekitar satu minggu.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pihak keluarga bersama warga memutuskan mendobrak pintu rumah korban. Begitu dibuka, mereka kaget mendapati jasad Nurohmanhadi terbujur kaku dalam posisi terlentang di dalam rumah.
Warga segera melapor ke Polsek Mojoroto. Tak lama kemudian, petugas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan keterangan warga, Nurohmanhadi dikenal jarang berinteraksi dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
(Editor : Wahyu Adi)



