Kediri, jurnalmataraman.com– Inovasi pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah membuahkan hasil yang menginspirasi. Sejumlah siswa SMK Pawyatan Daha 2 Kota Kediri sukses membudidayakan tanaman dan ikan melalui metode aquaponik, hingga mampu menghasilkan pendapatan ratusan ribu rupiah setiap bulan.
Setiap pagi, para siswa bersama guru pendamping rutin memeriksa kebun kecil yang terletak di atas ruang kelas mereka. Di lahan seluas beberapa meter persegi itu, tumbuh subur tanaman kangkung, sementara kolam kecil berisi ikan lele menjadi pusat dari sistem aquaponik yang mereka kembangkan.
Aquaponik merupakan metode pertanian modern yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem terpadu. Limbah hasil metabolisme ikan digunakan sebagai pupuk organik alami bagi tanaman. Hasilnya, tanaman kangkung yang dibudidayakan siswa tampak segar dan tumbuh dengan cepat, tanpa perlu lahan luas maupun pupuk kimia.
“Metode ini kami pilih karena mudah dipelajari, efisien, dan cocok diterapkan di sekolah,” ujar Mahmud Septian Afrizal, guru pendamping program tersebut.
Lebih dari sekadar kegiatan praktik, program aquaponik ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain itu, sekolah ingin menanamkan jiwa kewirausahaan kepada siswa sejak dini.
Tak sekadar teori, siswa juga belajar langsung bagaimana menanam, merawat, memanen, hingga memasarkan hasil panen. “Saya senang ikut program ini. Kami belajar banyak hal, bahkan bisa menjual hasil panen sendiri,” kata Johan Dwi Nugroho, salah satu siswa.
Setiap tiga minggu sekali, para siswa mampu memanen puluhan kilogram kangkung dan ikan lele. Hasil panen dijual secara mandiri kepada warga sekitar maupun melalui media sosial. Uang yang didapat digunakan kembali untuk kebutuhan operasional kebun tersebut.
Berkat ketekunan dan kerja keras, para siswa tidak hanya belajar bertani secara modern, namun juga mencicipi manisnya hasil jerih payah mereka sendiri. SMK Pawyatan Daha 2 pun kini menjadi contoh sekolah produktif yang berhasil memadukan pendidikan, keterampilan, dan wirausaha dalam satu program nyata.
(Editor : Dimas & Trias M.A)



