Kediri, jurnalmataraman.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito meninjau langsung kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri, Senin (14/7). Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito menyapa para siswa dan wali murid sebagai bentuk komitmen mendukung hadirnya sistem pendidikan baru berbasis pengasuhan.
Sekolah Rakyat merupakan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, dengan pendekatan pendidikan karakter yang mengedepankan pola pengasuhan dan pembinaan menyeluruh terhadap siswa. Mas Dhito menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri sepenuhnya mendukung kebijakan tersebut.
“Program Sekolah Rakyat ini adalah inisiasi Presiden Prabowo. Kami di Pemkab Kediri tentu mendukung penuh. Hari ini kami sediakan tempat sementara agar anak-anak bisa segera mulai belajar” ujar Mas Dhito di hadapan para orang tua siswa.
Untuk sementara waktu, proses pembelajaran berlangsung di Gedung Balai Pengembangan Kompetensi ASN milik Pemkab Kediri. Sementara itu Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 7,6 hektare di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, yang akan dibangun menjadi sekolah permanen.
Mas Dhito juga menekankan pentingnya sistem pendidikan yang terintegrasi dengan pengawasan dan pembentukan karakter. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat juga akan menerapkan sistem asrama guna mendukung proses pendidikan berbasis pengasuhan.
“Kami pastikan anak-anak akan mendapat pendampingan penuh. Konsep ini bukan sekadar mendidik secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan tanggung jawab” tegasnya.
Dengan hadirnya program ini, Pemkab Kediri berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Langkah ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam reformasi pendidikan nasional.
( editor: Neha & Trias M.A )



