BLITAR, jurnalmataraman.com – Eskalasi konflik geopolitik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran diduga kuat mulai merembet ke pasar tradisional di daerah. Di Kota Blitar, Jawa Timur, sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengeluhkan lonjakan tajam harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng dan plastik kemasan, dalam sepekan terakhir.
Kondisi tersebut memaksa para produsen makanan memutar otak. Lonjakan harga modal produksi ini membuat mereka terpaksa menaikkan harga jual agar tidak gulung tikar.
Mamik Supriyatin, salah seorang pengusaha tahu goreng di Kota Blitar, menjadi salah satu pihak yang sangat terdampak. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas saat ini terjadi secara beruntun dan sangat memberatkan pengusaha kecil.
“Setiap hari, rata-rata saya menghabiskan 112 liter minyak goreng curah untuk menggoreng tahu. Tidak hanya minyak, harga plastik wadah tahu juga ikut melambung hingga dua kali lipat,” keluh Mamik, (09/04).
Lebih lanjut, Mamik menuturkan bahwa efek domino dari kenaikan harga ini juga mengerek harga kayu bakar yang menjadi bahan bakar utamanya. Meroketnya seluruh kebutuhan dasar produksi sejak sepekan terakhir memaksanya mengambil keputusan berat, yakni menaikkan harga jual tahu kepada konsumen.
Keluhan serupa juga datang dari pedagang di pasar tradisional. M. Khoirul, salah satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Pon, Kota Blitar, mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak goreng curah terasa sangat drastis pada hari ini.
Menurut Khoirul, harga minyak goreng curah saat ini menembus Rp 21.000 per liter. Angka ini melonjak sangat tajam dibandingkan hari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp 17.000 per liter.
“Sedangkan untuk harga minyak goreng kemasan juga mulai mengalami kenaikan, meski tidak sesignifikan minyak curah. Minyak kemasan ukuran dua liter yang sebelumnya dijual Rp 42.000, saat ini naik menjadi Rp 44.000,” jelas Khoirul.
Jika tren kenaikan harga ini terus terjadi dalam waktu sekejap, masyarakat dan pedagang khawatir hal ini akan memberikan dampak destruktif bagi perputaran ekonomi rakyat kecil. Pasalnya, hampir seluruh produk turunan dan kebutuhan pokok di pasaran ikut terkerek naik secara drastis, mengancam daya beli masyarakat dan keberlangsungan UMKMImbas Konflik Geopolitik, Harga Minyak Goreng di Blitar Tembus Rp 21 Ribu, UMKM Tercekik.
Editor : Trias/Sea



