Kediri, jurnalmataraman.com – Salah satu bentuk konkrit dari program prioritas MasBup Hanindhito Himawan Pramana di bidang pelayanan publik adalah Gercep Sahaja, yaitu pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat dan dilaksanakan di lokasi masyarakat berada. Pelayanan ini menyasar warga dengan kebutuhan khusus, ODGJ, masyarakat marginal dan warga tanpa identitas (dokumen) yang tidak memungkinkan untuk datang ke titik layanan di kantor kecamatan atau di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kediri.
Selama bulan Juni 2025 sebanyak 57 orang telah menerima manfaat layanan Gercep Sahaja. Pelayanan langsung dari rumah ke rumah di wilayah kecamatan Mojo, kecamatan Pagu, kecamatan Papar, kecamatan Plemahanan, kecamatan Purwoasri, RSUD SLG, dan RS Bayangkara Kota Kediri. Dari 57 penerima layanan ini terbanyak adalah disabilitas fisik dan mental, yang mana dokumen kependudukan diperlukan untuk dapat mengkases layanan kesehatan.
Pelayanan ini bertujuan untuk memudahkan dalam mendapatkan dokumen juga untuk tertib administrasi kependudukan bagi masyarakat dan memudahkan bagi pihak Rumah Sakit (RS) ketika menerima pasien yang tidak memiliki dokumen kependudukan saat berada di RS.
Awang Huda Darmawan, S.KM., M.Kes, Kabag TU RSUD Simpang Lima Gumul (RSUD SLG) menyampaikan terima kasih atas layanan kunjungan dari teman-teman capil, sangat membantu kami untuk mengidentifikasi pasien yang masuk ke IGD tanpa identitas.
Menurutnya, layanan ini sangat berguna bagi kami maupun pasien, alhamdulillah pasien yang kemarin diidentifikasi oleh teman-teman capil bisa langsung dilakukan rujukan ke fasilitas pelayanan yang lebih tinggi. Bagi kami dan pasien setiap menit sangat berharga dan sering kali menjadi penentu. Semoga layanan kunjungan ini dipertahankan dan menjadi berkah bagi masyarakat Kediri.

“Terimakasih kepada para petugas Disepndukcapil Kabupaten Kediri. Karena dengan program Gercep Sahaja ini dapat memudahkan tugas kami.” ungkap Awang.
Sapuan, warga desa Ngadi kecamatan Mojo yang merupakan keluarga penerima layanan rumah mengaku sangat bersyukur karena kakak pertama mereka akhirnya memperoleh identitas KTP-El. Kondisi kakaknya penyandang disabilitas mental ini bermukim di tengah perkebunan atau tegalan dan tidak mau beranjak dari sana untuk di antar menuju tempat layanan yang ada di kantor kecamatan. KTP-EL ini selanjutnya digunakan untuk keperluan berobat.
“Kami sangat terbantu dengan program ini, dan berharap warga berkebutuhan khusus lainnya dapat terlayani dengan baik.” kata Sapuan.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kediri, M. Kahfi Fauzi, SH menjelaskan, program Gercep Sahaja ini untuk lebih mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya warga berkebutuhan khusus. Seperti masyarakat ODGJ, kaum marginal, dan masyarakat tanpa dokumen atau identitas.

” Program ini untuk masyarakat yang memang untuk warga berkebutuhan khusus. Pihaknya bersama petugas lainnya tidak hanya aktif dalam pelayanan, tapi juga jemput bola bagi warga yang membutuhkan dokumen Kependudukan.” terang Kahfi.
(editor : Trias M.A)



