Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Fenomena Bediding di Kediri, Petani Ikan Cupang Ketami Telan Kerugian hingga Rp 50 Juta

by Beny Kurniawan
14 Juli 2026 | 11:15
Reading Time: 2 mins read
0
Fenomena Bediding di Kediri, Petani Ikan Cupang Ketami Telan Kerugian hingga Rp 50 Juta

Kediri,jurnalmatarman.com – Kondisi cuaca dingin ekstrem atau fenomena bediding yang melanda kawasan Kota Kediri dalam dua pekan terakhir memberikan pukulan telak bagi para pembudidaya ikan. Di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren yang dikenal sebagai sentra ikan hias betta atau cupang, puluhan petani harus menelan kerugian puluhan juta rupiah akibat tingginya angka kematian bibit ikan.

Salah satu petani cupang di kawasan tersebut, Andriyansah Maulana, mengaku mengalami kerugian estimasi mencapai Rp 50 juta. Kerugian ini dipicu oleh matinya sedikitnya 10 ribu ekor bibit ikan cupang peliharaannya karena tidak mampu bertahan di tengah suhu ekstrem. Andriyansah menjelaskan, fenomena bediding menyebabkan suhu air kolam pada pagi hari anjlok drastis ke kisaran 21 hingga 24 derajat Celsius. Padahal, suhu normal dan ideal untuk pertumbuhan dan pengembangan ikan cupang berada di angka 27 hingga 30 derajat Celsius.

“Suhu air yang dingin ini sebenarnya tidak langsung memicu datangnya penyakit, tetapi sangat memengaruhi metabolisme ikan. Akibatnya, nafsu makan ikan melambat, proses pencernaannya terganggu, dan laju pertumbuhannya tidak secepat saat suhu air dalam kondisi hangat,” jelas Andriyansah, Selasa (14/7).

Untuk menekan angka kematian yang terus bertambah dan mencegah kerugian yang lebih besar, para petani terpaksa memutar otak. Andriyansah mengambil langkah antisipatif dengan mengurangi frekuensi produksi (breeding) dan lebih selektif menggunakan indukan yang memiliki daya tahan kuat. Selain itu, ia juga melakukan penyesuaian tata letak kolam budi daya. Kolam-kolam tersebut disesuaikan agar mendapatkan paparan intensitas cahaya matahari yang cukup demi menjaga suhu air tetap stabil dan hangat.

Meski diterjang cuaca ekstrem, operasional budi daya di sentra ikan cupang Ketami tetap berjalan. Saat ini, usaha milik keluarga Andriyansah tercatat masih memiliki stok sekitar 50 ribu ekor ikan cupang siap panen, serta menyisakan lebih dari 300 ribu bibit ikan cupang hasil pembibitan periode sebelumnya yang terus dirawat secara ekstra.

(Editor: Afif/Farid)

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriheadlineinfo kediriKedirikota Kediri
ShareTweetShare
Next Post
Usut Dugaan Korupsi Griyo Dalem Kanjengan, Kejari Geledah Kantor Kelurahan Kepatihan Tulungagung

Usut Dugaan Korupsi Griyo Dalem Kanjengan, Kejari Geledah Kantor Kelurahan Kepatihan Tulungagung

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .