Tulungagung, jurnalmataraman.com – Warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung mendadak sport jantung pada Senin. Dua peristiwa kebakaran lahan terjadi di dua dusun berbeda di desa tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan, hingga mengancam pemukiman warga dan area peternakan.
Insiden melanda kawasan perbukitan di Dusun Siwalan pada Senin petang. Api membakar dedaunan serta semak kering di lahan milik warga dan Perhutani. Pergerakan angin membuat kobaran api terus merambat turun mendekati pemukiman penduduk.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama tim tiga pilar Kecamatan Gondang bertindak cepat memadamkan api. Petugas memadukan metode penyemprotan air di bagian bawah dan pemadaman manual di area atas. Api akhirnya berhasil dipadamkan total setelah petugas berjibaku selama kurang lebih tiga jam.
Kepala Desa Tiudan Muji Rahayu Kundari membenarkan kepanikan warga saat melihat kobaran api semakin mendekat. “Warga sempat khawatir karena titik api terus bergerak turun menuju pemukiman, beruntung petugas langsung datang melokalisasi area terbakar,” ujar Muji.
Sebelum peristiwa di Dusun Siwalan, kebakaran lahan lebih dulu membakar Dusun Kleponan pada Senin sore. Api melahap semak kering, dedaunan, dan rumpun bambu. Lokasi titik api yang sangat dekat dengan peternakan ayam sempat membuat para pekerja berada dalam kondisi panic mode, sebelum akhirnya dijinakkan petugas Damkar.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung Galih Nusantoro menyebut rentetan kejadian ini memicu alarm warning bagi masyarakat. Pihaknya mencatat sudah ada tiga kali kebakaran hutan dan lahan skala besar hanya dalam kurun sepekan di awal bulan September ini.
“Masyarakat kami imbau untuk selalu ekstra hati-hati dan tidak sembarangan melakukan pembakaran sampah di sekitar lahan maupun kawasan hutan yang rawan terbakar,” tegas Galih. (Agus Bondan/Beny Setiawan)
(Editor : Afif / Tesa)



