Kediri, jurnalmataraman.com – Sebuah tonggak baru dalam dunia pertanian ramah lingkungan ditandai dengan peresmian Kampung Perlindungan Organik Minim Residu (KPOMR) di Desa Dayu, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Peresmian ini dirangkaikan dengan gelaran panen raya sebagai simbol keberhasilan penerapan pertanian berbasis pupuk organik.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mitra Produsen Pupuk Organik (HIMPO) ini menjadi langkah konkret dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ketua HIMPO Indonesia, M. Parto, menyampaikan bahwa panen raya dilakukan di atas lahan demplot seluas 77 hektare yang ditanami padi dengan metode pertanian berkelanjutan dan minim penggunaan bahan kimia berbahaya.
“Inilah kampung organik pertama di Jawa Timur yang benar-benar bebas dari residu kimia. Ini menjadi bukti bahwa pola pertanian ramah lingkungan bisa tetap produktif dan efisien,” ujar M. Parto.
Lebih dari sekadar panen, kegiatan ini juga menandai lahirnya semangat baru menuju swasembada dan kedaulatan pangan nasional. HIMPO sendiri saat ini telah memiliki lebih dari 100 mitra di berbagai wilayah Indonesia, dan terus mendorong pola tanam yang mengedepankan keberlanjutan serta kelestarian lingkungan.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI, Jekvy Hendra, turut mengapresiasi langkah HIMPO dan para petani di Kediri. Menurutnya, model pertanian organik seperti ini sangat strategis dalam mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.
“Kediri bahkan tercatat sebagai daerah dengan angka penyerapan pupuk tertinggi di Jawa Timur, mencapai 58 persen. Ini bukan hanya pencapaian, tetapi juga model percontohan nasional yang patut ditiru,” kata Jekvy.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, hingga pertengahan tahun 2025, produktivitas pertanian di wilayah ini mengalami peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total produksi padi diperkirakan akan menembus angka 8,2 juta ton hingga Agustus mendatang.
Peningkatan hasil pertanian ini, menurut Jekvy, menunjukkan efektivitas kombinasi antara pupuk organik dan anorganik, selama dilakukan dengan tata kelola yang baik, tanpa harus membuka lahan pertanian baru.
Peresmian KPOMR di Kediri diharapkan menjadi titik tolak bagi wilayah lain dalam mengembangkan ekosistem pertanian berkelanjutan, yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menjaga kesehatan tanah, air, dan generasi mendatang.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



