Kediri, jurnalmataraman.com – Pemandangan tak biasa tampak di Pendopo Panjalu Jayati, Kabupaten Kediri, saat ratusan perempuan lanjut usia (lansia) tampil percaya diri mengikuti lomba fashion show dalam rangka Festival Lansia 2025. Mengenakan busana terbaik, para nenek ini melenggang bak model profesional, memukau penonton yang memadati lokasi acara.
Meski usia mereka tak lagi muda bahkan beberapa di antaranya telah berusia hampir satu abad, semangat dan ekspresi mereka tak kalah dari para peragawati muda. Penampilan para lansia ini berhasil mencuri perhatian dan mengundang tawa serta tepuk tangan meriah dari penonton.
Salah satu peserta yang menjadi sorotan adalah Nenek Surip, yang usianya telah mencapai lebih dari 110 tahun. Dengan penuh semangat, beliau berjalan di atas catwalk mengenakan piyama warna cerah dan dandanan mencolok, membuat suasana semakin riuh. “Saya senang bisa tampil, biar tua tetap bisa bergaya,” ujarnya sembari tersenyum ramah.
Peserta lain, Suskanti, juga menunjukkan antusiasme yang sama. Dengan mengenakan topi dan kacamata unik, ia tampil penuh gaya dan percaya diri. “Ini bukan soal menang, tapi soal ikut meramaikan dan bersenang-senang,” ucapnya.
Festival Lansia ini digelar sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang ekspresi bagi warga lanjut usia di Kediri. Menurut panitia pelaksana, Diyah Saktiana, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kebahagiaan lansia serta mendorong kualitas hidup mereka agar tetap aktif dan sehat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin para lansia merasa dihargai dan tetap produktif di usia senja. Harapannya, ini bisa meningkatkan angka harapan hidup mereka,” jelas Diyah yang mengenakan kerudung krem.
Festival ini tidak hanya menghadirkan lomba fashion show, tetapi juga berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti lomba “Lansia Klothekan” (gaya berpakaian jenaka) dan lomba menyanyi bertajuk “Berpacu dalam Lagu”. Semua peserta yang ikut serta harus berusia minimal 60 tahun.
Dengan penuh keceriaan dan semangat, para peserta membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap bergembira dan berkarya. Festival Lansia ini menjadi pengingat bahwa masa tua bisa tetap indah dan berwarna.
( editor : Denis & Trias M.A )



