Kediri,Jurnalmataraman.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus berupaya menggenjot produktivitas sektor pertanian. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menyalurkan bantuan ratusan unit Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada puluhan kelompok tani (poktan). Langkah strategis ini sekaligus menjadi wujud dukungan daerah terhadap program ketahanan pangan nasional. Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Permana, di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Rabu (5/8) siang.
Dalam kesempatan tersebut, ratusan unit Alsintan dengan berbagai spesifikasi diserahkan kepada para perwakilan kelompok tani. Rincian bantuan tersebut meliputi 143 unit alat irigasi perpompaan, 23 unit traktor roda dua, 22 unit traktor roda empat, dan 23 unit mesin tanam padi (rice transplanter). Selain itu, disalurkan pula 2 unit cultivator, 2 unit alat pascapanen, hingga 1 unit drone pertanian canggih. Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut menjelaskan, penyaluran sarana prasarana modern ini bertujuan untuk meringankan beban kerja petani sekaligus melipatgandakan hasil panen. “Alat pertanian ini disalurkan untuk mendukung sarana pertanian serta meningkatkan produktivitas. Sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Kediri, sehingga harus kita dukung penuh,” terang Mas Dhito.
Tidak hanya fokus pada hasil panen, bupati muda tersebut juga menaruh perhatian pada kesejahteraan dan keselamatan kerja para petani. Ia mengimbau agar seluruh anggota kelompok tani segera didaftarkan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting untuk melindungi para pahlawan pangan tersebut saat bekerja di lapangan. Antisipasi Kemarau Panjang Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi, memaparkan langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman musim kering berkepanjangan.
Pihaknya berencana membangun ratusan sumur submersible (sumur bor dalam) di berbagai titik lahan pertanian. “Pembangunan fisik sumur submersible ini bertujuan untuk memastikan pasokan air irigasi tetap terjaga selama musim kemarau, sehingga hasil pertanian bisa tetap optimal,” ungkap Sukadi. Selain intervensi melalui infrastruktur dan teknologi, Pemkab Kediri juga terus mengampanyekan regenerasi petani. Pemerintah mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun langsung ke dunia pertanian modern agar produksi pangan di Kabupaten Kediri dapat terus berkesinambungan di masa depan.
( Editor : Trias / Dinda )




