Blitar, Jurnalmataraman.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Indonesia, Budi Waseso, membawa kabar baru terkait pendidikan karakter anak bangsa. Ia mewacanakan bahwa kegiatan kepramukaan akan segera dimasukkan ke dalam kurikulum Sekolah Rakyat. Wacana tersebut diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Buwas itu saat memimpin rombongan anggota Pramuka melakukan ziarah ke makam Bapak Proklamator RI, Ir. Soekarno (Bung Karno), di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian agenda menyambut HUT Pramuka yang akan jatuh pada 14 Agustus mendatang.
Budi Waseso menjelaskan bahwa rencana mengintegrasikan pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum Sekolah Rakyat bukanlah wacana semata. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto. Menariknya, skema pelatihan ekstrakurikuler kepramukaan ini dirancang dengan pendekatan yang lebih disiplin. Rencananya, para siswa di Sekolah Rakyat akan dilatih langsung oleh para taruna dari Akademi Militer (Akmil).
Menurutnya, sinergi dan keterlibatan Kwarnas Gerakan Pramuka dengan Kementerian Pertahanan ini menjadi sebuah langkah nyata nan strategis. Tujuannya tak lain adalah untuk mengembalikan marwah serta identitas sejati Pramuka. “Ini adalah fondasi kedisiplinan serta wadah untuk memupuk jiwa nasionalisme anak bangsa, terutama bagi para siswa di Sekolah Rakyat,” tegas Budi Waseso.
Langkah memperketat penanaman nilai-nilai kedisiplinan dan kebangsaan melalui pendidikan Pramuka di tingkat Sekolah Rakyat ini dipandang sangat krusial. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi jawaban sekaligus solusi konkret atas tantangan degradasi moral dan semakin menurunnya jiwa nasionalisme di kalangan remaja saat ini.
( Editor : Trias / Atha )




