Tulungagung, Jurnalmataraman.com – Sepuluh hektar kawasan hutan jati milik Perhutani dan lahan warga di Desa Kates, Kecamatan Kauman, Tulungagung, terbakar hebat pada Rabu malam. Kobaran api yang membakar semak dan daun kering sempat merembet mengarah ke permukiman hingga membuat warga sekitar panik.
Kebakaran diketahui mulai muncul sejak Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Api dengan cepat menyebar ke segala arah akibat banyaknya material kering di lokasi perbukitan tersebut.
Melihat titik api yang terus membesar dan mendekati area perumahan, warga bersama jajaran TNI dan Polri berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun, luasnya area yang terbakar membuat upaya warga kewalahan.
Kepala Desa Kates Suyanto mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran akhirnya dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.
“Kebakaran terjadi sejak pukul 15.00 WIB dan cepat meluas. Sebagian titik api merembet ke arah permukiman warga. Kami bersama warga, polisi, dan TNI sempat memadamkan manual, tapi kewalahan hingga akhirnya memanggil damkar,” ujar Suyanto.
Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api menjelang tengah malam.
Menurut Suyanto, musibah karhutla ini merupakan kejadian kedua dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir setelah peristiwa serupa melanda kawasan tersebut pada 2023 lalu.
Berkat kesigapan warga dan petugas gabungan di lapangan, amukan si jago merah berhasil dicegah sehingga tidak sampai merusak rumah-rumah warga yang lokasinya sangat dekat dengan kawasan hutan. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. (Agus Bondan – Beny Setiawan)
(Editor : Trias / Fika)



