Kediri, jurnalmataraman.com – Suasana kawasan Petilasan Sri Aji Jayabaya di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, mendadak dipadati ribuan masyarakat pada Selasa (16/6). Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk mengikuti rangkaian peringatan malam 1 Suro dan tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1448. Peringatan tahun baru Jawa ini menjadi agenda sakral yang menarik minat publik. Selain warga lokal, tidak sedikit pengunjung yang datang dari luar kota demi memanjatkan doa di situs sejarah peninggalan Raja Kediri tersebut.
Juru Bicara Peringatan 1 Suro Petilasan Sri Aji Jayabaya, Hartono, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini digelar dalam rangkaian acara selama dua hari penuh. Menurutnya, momentum 1 Suro bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga sarana untuk mengenang jasa kepahlawanan Prabu Sri Aji Jayabaya yang melegenda melalui ramalan Jangka Jayabaya. “Kegiatan ini kami gelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang sejarah besar Sang Prabu. Kami ingin nilai-nilai luhur dan jasa beliau tetap diingat oleh masyarakat luas,” ujar Hartono di lokasi petilasan.
Hartono menegaskan, panitia memiliki komitmen kuat untuk melestarikan warisan budaya ini agar tidak lekang oleh waktu. Ia berharap rangkaian peringatan ini menjadi sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda mengenai akar sejarah dan kekayaan budaya lokal. “Kami berharap warisan budaya ini tetap dipertahankan dan terus menjadi edukasi bagi generasi muda kita. Dengan demikian, jati diri budaya bangsa tidak akan hilang tergerus zaman,” tambahnya.
Pantauan di lokasi, antusiasme warga sangat tinggi. Terlihat pula sejumlah pejabat daerah hadir untuk mengikuti jalannya acara, di antaranya Kapolres Kediri dan Ketua DPRD Kabupaten Kediri, yang turut serta membaur bersama ribuan jamaah dalam suasana yang khidmat. Peringatan 1 Suro di Petilasan Sri Aji Jayabaya ini pun menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat istimewa di tengah modernisasi, sekaligus mempertegas posisi Kediri sebagai salah satu pusat pelestarian sejarah Jawa di tanah air.
( Editor : Afif / Yusa )



