Kediri, jurnalmataraman.com – Kementerian Pertanian (Kementan) kian serius mengejar target swasembada gula nasional. Salah satu strategi kunci yang kini digencarkan adalah penyediaan bibit tebu unggul bersertifikat melalui pengembangan varietas Panjalu yang dipusatkan di Kabupaten Kediri.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan seremonial tutup tanam Garda Tebu Nusantara di Kebun Benih Datar (KBD) varietas Panjalu di Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Senin (15/6). Sebanyak 220 hektare lahan disiapkan sebagai pusat pengembangan benih yang nantinya akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Firman Mantau, menekankan bahwa kualitas benih adalah fondasi utama keberhasilan sektor pertanian. Pihaknya sengaja membangun KBD agar petani mendapatkan benih yang tidak hanya unggul, tetapi juga sehat dan bersertifikat. “Keberhasilan swasembada gula sangat ditentukan kualitas benih sejak awal. Jika benih berkualitas sudah tersedia, sekitar 50 persen tahapan menuju keberhasilan program sudah terpenuhi,” ujar Firman di sela kegiatan.
Menurut Firman, benih yang dikembangkan melalui program ini melalui sistem perbenihan berjenjang, mulai dari kebun sumber hingga KBD. Proses tersebut menjamin mutu genetik dan kesehatan tanaman tetap terjaga sebelum sampai ke tangan petani. Varietas Panjalu sendiri dinilai memiliki daya adaptasi yang sangat baik. Hasil uji coba menunjukkan performa pertumbuhan yang memuaskan di berbagai wilayah, bahkan di luar Pulau Jawa.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Embah Cacing, Abdul Kholiq, selaku pemegang kontrak proyek KBD bibit Panjalu, menyatakan dukungan penuh melalui pendampingan teknis dan dukungan pembiayaan. Menurutnya, Kabupaten Kediri memiliki keunggulan komparatif yang sangat besar untuk pengembangan komoditas tebu. “Kediri punya potensi luar biasa. Didukung kondisi lahan subur, jaringan irigasi yang baik, serta pengalaman panjang masyarakat dalam budidaya tebu, daerah ini sangat layak menjadi pusat benih nasional,” tutur Kholiq.
Melalui sinergi ini, Kementan optimistis produktivitas dan rendemen gula nasional dapat meningkat secara signifikan. Kediri diproyeksikan menjadi motor penggerak utama industri pergulaan Indonesia, yang nantinya akan bermuara pada penguatan ketahanan pangan nasional.
( Editor : Afif / Yusa )



