Kediri, jurnalmatraman.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus mempercepat langkah untuk mewujudkan program swasembada gula nasional. Sebagai wujud komitmen tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung gerakan bongkar ratoon (pembongkaran tunggul tebu lama) dan tanam tebu serentak di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, pada Sabtu siang.
Langkah strategis ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia tahun 2026. Secara nasional, pemerintah menargetkan pengembangan lahan tebu seluas 97.970 hektare demi mencukupi kebutuhan gula secara menyeluruh. Gubernur Khofifah menyebutkan, dari total target nasional tersebut, Provinsi Jawa Timur memegang porsi terbesar. Pemprov Jatim ditargetkan mampu mengembangkan lahan tebu seluas lebih dari 54 ribu hektare yang tersebar di 24 kabupaten.
“Hari ini kita menggelar bongkar ratoon secara serentak di 11 kabupaten dan 15 titik. Tentunya, dengan langkah ini kita optimistis dapat memenuhi target swasembada gula konsumsi di Jawa Timur sekaligus menopang kebutuhan nasional,” ungkap Khofifah di sela-sela kegiatan tanam tebu. Di tempat yang sama, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang turut hadir mendampingi Gubernur menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki peran vital. Kabupaten Kediri tercatat sebagai salah satu area penyumbang lahan tebu terluas di Indonesia.
Menurut Dewi, target perluasan lahan tebu di wilayahnya pada tahun ini mencapai angka 7 ribu hektare. “Dari target tersebut, saat ini kami telah melakukan penanaman tebu di lahan seluas sekitar 2.700 hektare,” jelasnya.
Sebagai informasi, Provinsi Jawa Timur hingga saat ini masih menjadi tulang punggung sekaligus penyuplai gula terbesar di Indonesia. Jatim menyumbang sekitar 51 persen dari total produksi gula nasional.
Bahkan, pada tahun 2025 lalu, produktivitas gula di Jawa Timur berhasil menembus angka lebih dari 1,3 juta ton. Capaian impresif tersebut tercatat sebagai rekor produksi gula tertinggi di Jatim selama 10 tahun terakhir.
(Editor : Saldi / Aqillah)



