Kediri, jurnalmataraman.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mulai memperketat pengawasan terhadap hewan ternak. Petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar hewan, salah satunya di Pasar Hewan Ngadiluwih, untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan, Jumat (15/5). Pemeriksaan yang dipimpin oleh tim medis veteriner ini meliputi pengecekan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan kondisi gigi untuk memastikan usia hewan telah memenuhi syarat kurban atau sudah “poel”. Selain kesehatan ternak, petugas juga mengawasi kebersihan sarana transportasi dan tempat penampungan sapi milik pedagang.
Dokter Hewan DKPP Kabupaten Kediri, Luh Putu Setianti Pratiwi, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan antisipasi agar tidak ada hewan kurban yang terjangkit penyakit menular atau dalam kondisi tidak layak konsumsi yang beredar di masyarakat. “Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami tidak menemukan adanya hewan yang terjangkit penyakit berbahaya. Seluruhnya dinyatakan sehat dan layak jual. Kami memastikan stok hewan kurban di wilayah Kabupaten Kediri saat ini dalam kondisi aman,” ujar Luh Putu Setianti Pratiwi.
Kondisi kesehatan yang terjamin ini berbanding lurus dengan geliat ekonomi di tingkat peternak. Ayyik Saputra, salah seorang peternak sapi, mengaku mulai merasakan kenaikan harga jual. Jika biasanya satu ekor sapi dibanderol di angka Rp 25 juta, kini harganya merangkak naik menjadi Rp 27 juta per ekor.
Meski mengalami kenaikan harga, antusiasme pembeli justru meningkat. Ayyik menyebutkan bahwa hingga pertengahan Mei ini, dirinya sudah berhasil menjual sedikitnya 25 ekor sapi untuk kebutuhan kurban. Pihak DKPP menegaskan akan rutin menggelar pemantauan serupa di berbagai titik hingga hari H Idul Adha mendatang.
( Editor : Afif / Dundi )



