Jombang, jurnalmataraman.com – Mendekati Hari Raya Idul Adha, jasa asah pisau di Kabupaten Jombang mulai kebanjiran order. Peningkatan permintaan jasa pengasahan senjata tajam ini tidak hanya datang dari para juru sembelih hewan kurban (Juleha) profesional, tetapi juga dari warga yang ingin menyiapkan pisau rumah tangga untuk mencacah daging kurban.
Pemandangan sibuk terlihat di rumah Muhamad Azhar Nudin, penyedia jasa asah pisau di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Kamis (14/5). Puluhan pisau berbagai ukuran dan bentuk tampak memenuhi area kerja. Muhamad Azhar, atau yang akrab disapa Bang Azhar, bahkan harus mempekerjakan beberapa tenaga tambahan untuk memenuhi pesanan yang terus mengalir.
Proses pengasahan dilakukan menggunakan alat modifikasi khusus. Mulai dari mesin asah kasar untuk membentuk sudut tajam, hingga proses asah halus (finishing) untuk memunculkan ketajaman yang maksimal serta tampilan pisau yang mengkilat. Saking tajamnya, pisau hasil asahan di tempat ini mampu mengiris lembaran kertas dengan sangat halus.
Ainur Rofiq, salah satu juru asah di bengkel milik Bang Azhar, mengungkapkan bahwa kenaikan pesanan menjelang Idul Adha kali ini mencapai 200 persen. Sejak satu bulan terakhir, ratusan pisau telah masuk ke meja kerjanya. “Peningkatannya sangat drastis dibanding hari biasa. Kalau untuk masjid atau mushola, kami tidak mematok biaya atau seikhlasnya saja. Namun untuk juru sembelih profesional, tarifnya mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung dari bahan dan kondisi pisaunya,” jelas Ainur Rofiq.
Selain menawarkan jasa asah, tempat ini sebenarnya juga melayani pembuatan sarung pisau hingga pemesanan pisau sembelih baru. Namun, sepekan menjelang hari raya, masyarakat lebih dominan memanfaatkan jasa asah agar senjata tajam milik mereka siap digunakan untuk aksi penyembelihan kurban yang higienis dan cepat.
( Editor : Afif / Yusa )



