Kediri, jurnalmataraman.com – Komunitas disabilitas di Kabupaten Kediri terus menunjukkan kemandirian dan kreativitasnya di sektor ekonomi. Mengusung semangat kesetaraan, mereka resmi membuka gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di destinasi wisata Kranggan, kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (5/5) siang.
Gerai hasil kolaborasi antara komunitas disabilitas, pihak swasta, dan Pemerintah Kabupaten Kediri ini diberi nama Togal, kependekan dari Toko dan Galeri. Peresemiannya dilakukan secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, atau yang akrab disapa Mbak Cica.
Di dalam gerai Togal, pengunjung dapat menemukan beragam produk menarik hasil karya tangan-tangan terampil anggota komunitas Disabilitas Kediri Tangguh (Dikta). Untuk produk kuliner, tersedia aneka minuman tradisional seperti sari kedelai dan beras kencur, serta berbagai makanan ringan yang dipastikan bebas dari bahan pengawet. Tak hanya kuliner, gerai ini juga menjajakan produk fesyen berupa baju dan kaus bermotif destinasi wisata andalan Kabupaten Kediri. Sebut saja motif Monumen Simpang Lima Gumul, Gunung Kelud, Candi Tegowangi, hingga sosok ikonik Pangeran Airlangga.
Bagi pecinta estetika, berbagai kerajinan tangan hasil kreativitas anggota komunitas juga turut dipamerkan. Mulai dari seni ukir, anyaman bambu, hiasan lampu, hingga pernak-pernik perabotan rumah tangga. Ketua Komunitas Dikta Kabupaten Kediri, Mohamad Suyanto, mengungkapkan bahwa pendirian gerai UMKM ini merupakan langkah konkret untuk mendongkrak perekonomian para anggotanya. “Ini juga sebagai upaya untuk menyetarakan teman-teman disabilitas dengan masyarakat umum, khususnya di bidang kreativitas dan dunia usaha. Bahwa kami juga bisa berkarya dan mandiri secara ekonomi,” terang Suyanto.
Kehadiran gerai Togal ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Diharapkan, masyarakat luas semakin mengenal dan ikut mendukung perputaran roda ekonomi UMKM disabilitas ini dengan membeli produk-produk mereka, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi taraf hidup dan kesejahteraan komunitas.
( Editor : Afif / Juwita )



