Kediri, jurnalmataraman.com – Semangat pantang menyerah dalam menunaikan rukun Islam kelima ditunjukkan oleh Marsiyah. Nenek berusia 104 tahun asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini menjadi bukti nyata bahwa niat tulus yang dibarengi ikhtiar panjang akan membuahkan hasil. Setelah menabung selama setengah abad, ia akhirnya dijadwalkan terbang ke Tanah Suci tahun ini dan tercatat sebagai Calon Jamaah Haji (CJH) tertua asal Kabupaten Kediri.
Di usianya yang telah melampaui satu abad, fisik Marsiyah tentu tak lagi prima. Ia harus menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan. Meski demikian, antusiasmenya tak pernah surut. Setiap pagi, di area rumah sederhananya, ia pantang absen melatih fisik dengan berjalan kaki dan berolahraga ringan guna mempersiapkan kebugaran menjelang hari keberangkatan.
Perjuangan ibu lima anak ini untuk bisa bertamu ke Baitullah sangatlah panjang. Marsiyah mengisahkan bahwa dirinya mulai membulatkan tekad dan menabung sejak 50 tahun silam. Kala itu, dari jerih payahnya sebagai penjual bubur (jenang) di pasar, ia rutin menyisihkan pendapatan. Awalnya, ia hanya mampu menabung sebesar Rp 500, uang tersebut ia masukkan ke dalam kaleng bekas dan disimpan rapat-rapat di kolong tempat tidurnya.
Ketekunan puluhan tahun itu akhirnya menemui titik terang. Pada tahun 2021 lalu, tabungan di kaleng tersebut dirasa cukup sehingga Marsiyah bisa mendaftar haji, didampingi oleh putri keduanya, Mu’idah, yang juga akan berangkat bersamanya tahun ini. Jalan menuju Tanah Suci rupanya tak sepenuhnya mulus. Menjelang musim haji 2026 ini, Marsiyah sempat dinyatakan tidak layak berangkat oleh tim kesehatan Puskesmas setempat karena alasan penurunan kondisi fisik dan usia yang sangat renta.
Namun, vonis tersebut tak membuat sang nenek patah arang. Sadar akan kondisi fisiknya yang menjadi catatan medis, ia bertekad kuat memperbaiki kebugarannya. Marsiyah merutinkan olahraga ringan setiap pagi dan disiplin mengonsumsi vitamin. Kegigihannya membuahkan hasil manis; tim medis akhirnya menyatakan Marsiyah memenuhi syarat istita’ah (mampu) kesehatan dan layak diberangkatkan.
“Karena semangatnya yang sangat tinggi untuk beribadah, ibu terus berusaha sehat. Alhamdulillah akhirnya dinyatakan layak,” tutur Mu’idah. Jika tidak ada halangan, Marsiyah bersama rombongan Calon Jamaah Haji asal Kabupaten Kediri akan mulai masuk dan diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada tanggal 20 Mei mendatang.
(Editor :Saldi / Juwita)



