Kediri,jurnalmataraman.com – Jawa Timur terus memanaskan mesin untuk mempertahankan dominasi di cabang olahraga panahan tingkat nasional. Melalui Pengprov Perpani Jawa Timur, ajang bergengsi Jatim Series 2026 resmi ditabuh di Lapangan Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, pada Senin (13/4).
Ajang ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan langkah strategis untuk menjaring bibit atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Jawa Timur pada Pra-PON 2027 mendatang.
Jatim Series 2026 kali ini dikonsep secara maraton dalam tiga tahap (stage). Kediri terpilih sebagai tuan rumah seri pembuka, yang nantinya akan dilanjutkan di Surabaya dan Malang. Pada seri perdana di Kediri ini, tercatat sebanyak 536 atlet dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur turun gelanggang.
Animo peserta tergolong luar biasa. Mereka bersaing di empat divisi utama, yakni Recurve, Compound, Barebow, dan Divisi Nasional. Rentang usia peserta pun sangat luas, mulai dari kategori U-10 yang menjadi wadah pembinaan dini hingga kategori umum.
Radista, salah satu peserta asal Pamekasan, mengaku antusias mengikuti ajang ini. Baginya, Jatim Series menjadi tolok ukur hasil latihan sekaligus kesempatan untuk bersaing dengan pemanah-pemanah terbaik di Jawa Timur.
Wakil Ketua Umum II Bidang Prestasi Pemprov Jawa Timur, Fani Andianto, menegaskan bahwa konsistensi kompetisi adalah kunci mempertahankan prestasi Jawa Timur di level nasional. “Melalui ajang ini, kami berharap lahir atlet-atlet panahan berbakat yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur. Jatim Series ini adalah bagian dari regenerasi atlet menuju Pra-PON 2027,” ujar Fani dalam keterangannya di sela-sela perlombaan.
Dengan sistem poin yang terakumulasi di setiap seri, Jatim Series diharapkan menjadi standar baru pembinaan atlet panahan di tingkat provinsi yang lebih terukur dan kompetitif.
(Editor : Arno/Yusa)



