TULUNGAGUNG, jurnalmataraman.com – Arus lalu lintas di jalur provinsi yang menghubungkan Tulungagung dan Kediri sempat lumpuh total pada Kamis (9/4) sore. Hal ini disebabkan oleh tumbangnya dua pohon peneduh di Jalan Jayengkusumo, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, akibat cuaca ekstrem.
Pohon jenis asem londo berdiameter sekitar satu meter serta satu pohon lain yang lebih kecil ambruk melintang hingga menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas selama kurang lebih satu jam.
Petugas gabungan dari Kepolisian, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan BPBD Tulungagung segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Namun, proses evakuasi tidak bisa dilakukan seketika karena material pohon menimpa kabel listrik milik PLN. “Proses evakuasi membutuhkan waktu sedikit lebih lama karena kami harus menunggu petugas PLN terlebih dahulu. Hal ini penting untuk memastikan lokasi aman dari aliran arus listrik sebelum petugas memotong batang pohon,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Beruntung, saat kejadian kondisi jalan sedang tidak padat sehingga tidak ada kendaraan yang tertimpa. Pihak kepolisian memastikan bahwa dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Setelah kabel listrik berhasil diamankan oleh petugas PLN, tim gabungan langsung memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin. Sekitar satu jam berselang, akses jalan utama Tulungagung-Kediri kembali normal dan bisa dilalui kendaraan.
Editor : Arno/Sea



