Kediri, jurnalmataraman.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri bergerak cepat memastikan program penguatan gizi masyarakat berjalan optimal. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diinstruksikan untuk menjaga ketat kualitas makanan demi menekan angka stunting secara signifikan di wilayah Bumi Panjalu.
Terbaru, SPPG Kandangan 2 di Kecamatan Kandangan resmi diluncurkan. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, mengakui bahwa perjalanan program ini tidaklah mulus pada awalnya. Ia mengungkapkan bahwa saat pertama kali diluncurkan, SPPG sempat menuai skeptisisme dari publik.
“Awal peluncuran dulu, program SPPG ini sempat mendapat cemoohan dan cibiran dari sebagian masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, manfaat nyata mulai dirasakan langsung oleh warga,” ujar Khotib dalam sambutannya, Selasa (3/2).

Khotib menjelaskan, pemenuhan gizi bukan sekadar membuat perut kenyang, melainkan investasi kecerdasan. Ia menekankan bahwa fungsi otak sangat bergantung pada asupan energi yang tepat, terutama karbohidrat.
“Anak-anak sangat membutuhkan nutrisi dari nasi dan gula dalam porsi yang tepat agar otak mereka mampu bekerja dan belajar secara optimal. Jangan sampai kekurangan energi dasar ini,” imbuhnya.
Tak hanya menyasar balita yang sudah teridentifikasi stunting, Dinkes Kabupaten Kediri kini memperluas jangkauan intervensi hingga ke kelompok remaja. Langkah preventif ini diambil karena remaja sehat adalah kunci untuk memutus rantai stunting di masa depan. Jika gizi remaja terjaga, mereka akan tumbuh menjadi orang tua yang melahirkan generasi bebas stunting.
Dengan standarisasi yang ketat dan pengawasan berlapis, Pemkab Kediri optimistis angka stunting akan terus menyusut, selaras dengan visi mencetak generasi emas 2045.
(Editor : Trias M.A)



