Kediri, jurnalmataraman.com – Insiden anarkis yang dilakukan oknum massa aksi di Kabupaten Kediri pada Sabtu (31/8) malam menimbulkan kerugian besar. Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri dan Gedung DPRD ludes terbakar, sementara 18 ruang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di dalam kompleks perkantoran juga hangus.
Selain ruangan bupati, wakil bupati dan sekretaris daerah, peralatan kantor serta fasilitas penunjang seperti komputer, laptop hingga perangkat keras lainnya ikut musnah. Bahkan, Museum Bhagarwanta Bhari yang berada di area kantor juga dijarah dan seluruh benda bersejarah di dalamnya dilaporkan hilang.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan pemerintahan daerah tetap berjalan meski dengan fasilitas seadanya. Namun, sebagian besar pelayanan publik belum bisa beroperasi akibat ketiadaan sarana serta terganggunya pasokan listrik dan air.
“Kami menyayangkan terjadinya aksi ini. Tidak ada alasan yang membenarkan tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas rakyat. Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Pasca kerusuhan, aparat kepolisian bergerak cepat. Kapolres Kediri, AKBP Bramantyo Priaji, menyampaikan pihaknya telah mengamankan 123 orang yang diduga terlibat aksi perusakan. Mereka ditangkap di sejumlah titik kerusuhan, mulai Kecamatan Ngasem, Gurah, Papar, Plemahan hingga Pare.
“Dari ratusan orang yang diamankan, terdapat orang dewasa, remaja, anak di bawah umur, hingga perempuan. Semuanya tengah diperiksa untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kapolres Kediri.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah dan tidak mudah terhasut provokasi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
(Editor : Trias M.A)



