Kediri, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kabupaten Kediri mengukuhkan para kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan TP Posyandu dalam sebuah acara resmi yang digelar di Pendopo Panjalu Jayati. Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito.
Dalam sambutannya, Mas Dhito menegaskan pentingnya peran aktif kader PKK dalam menuntaskan tiga isu sosial utama di Kabupaten Kediri: stunting, pernikahan dini, dan anak putus sekolah.
“Peran ibu-ibu PKK sangat krusial untuk mengawal perubahan sosial dari tingkat akar rumput. Kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah-masalah mendasar ini,” ujar Mas Dhito.
Mas Dhito mengungkapkan, angka stunting di Kabupaten Kediri saat ini masih berada pada kisaran 7 persen. Bahkan menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angkanya bisa mencapai 13 persen.
Tak hanya stunting, tingginya angka dispensasi pernikahan dini juga menjadi sorotan. Menurut Mas Dhito, sebagian besar kasus pernikahan dini dipicu oleh kehamilan di luar nikah. Ia pun meminta para kader PKK untuk lebih aktif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar persoalan ini bisa ditekan.
“Pendidikan keluarga menjadi kunci. Saya harap para kader bisa jadi ujung tombak perubahan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menyampaikan bahwa acara pengukuhan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan dan bantuan kepada kader berprestasi.
“Kami ingin memberikan apresiasi atas dedikasi para kader di lapangan. Mereka adalah pahlawan kesejahteraan masyarakat,” kata Eriani.
Pemerintah berharap dengan dikukuhkannya para kader ini, gerakan PKK dapat menjadi motor utama dalam mendukung program pembangunan sosial di Kabupaten Kediri, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, menekan angka anak putus sekolah, serta mempercepat penurunan stunting.
(editor : Trias M.A)



