Kediri, jurnalmataraman.com – Candi Tegowangi, yang terletak di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang semakin populer sebagai destinasi wisata setelah pandemi COVID-19. Candi ini tidak hanya menawarkan pesona sejarah, tetapi juga keindahan alam sekitar yang membuatnya ramai dikunjungi.
Candi Tegowangi buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dan menariknya, tidak ada biaya tiket masuk. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati wisata edukasi sejarah tanpa harus mengeluarkan biaya. Dengan kawasan seluas 2 hektare, Candi Tegowangi kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti pagar kawat besi di bagian depan, toilet, musala, serta gazebo untuk bersantai.
Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, datang untuk menikmati keindahan candi dan suasana yang tenang. Salah satu pengunjung, Citra Wati Agustina, mengungkapkan bahwa ia sering membawa anaknya ke Candi Tegowangi untuk berlibur sekaligus mengenalkan sejarah.
“Kini candi ini lebih bersih dan tertata dibandingkan sebelumnya, dan yang paling menyenangkan, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya tiket masuk, ke Candi Tegowangi bukan hanya soal sejarah, tetapi juga tempat yang nyaman untuk bersantai,” ujar Citrawati Agustina, pengunjung candi.
Candi Tegowangi tidak hanya terkenal sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sering menjadi lokasi pagelaran seni dan budaya, seperti festival tari dan pertunjukan seni lainnya, yang menambah daya tarik wisatawan.
Dengan kondisi yang semakin tertata dan fasilitas yang memadai, Candi Tegowangi kini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata edukasi sejarah sekaligus menikmati keindahan alam yang menenangkan.
Editor:Fikri Fadhlul Aziz
Ikuti WhatsApp Channel JTV Kediri dan dapatkan informasi terbaru dengan klik link berikut s.id/jtvkediriwa



